Jeruk Sunkist, 4 Cara Tanam dan 8 Manfaatnya

By
Juli 19, 2020 3:18 am

Halo, sobat tani. Sudah pasti sobat tani tidak asing dengan buah jeruk ya. Rasanya yang manis kecut dan segar memang menjadi ciri khas buah satu ini. Apalagi kandungan vitamin C yang kaya, membuatnya dianggap mujarab mengobati sariawan. Tetapi, bila dengan jeruk sunkist, apakah sobat tani sudah mengenalnya? Yap, jenis jeruk ini sebetulnya sangat dikenal di Indonesia. Bahkan mudah ditemukan di pasar karena banyak penjual yang menjajakannya. Kali ini, sinautani.com akan mengulas seputar jeruk sunkist, mulai dari cara menanamnya hingga manfaat yang dimilikinya. Silahkan membaca.

Mengenal Jeruk Sunkist

Pada ulasan sebelumnya, kita sudah berkenalan dengan jeruk nagami. Nah, sekarang kita akan berkenalan dengan jeruk sunkist yang merupakan salah satu jenis dari varietas buah jeruk. Soal rasa, tentu tak jauh beda dengan jeruk pada umumnya, manis dan segar. Pertama kali dikenalkan di California, Amerika Serikat. Kini, buah ini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Jeruk sunkist, photo by Xiaolong Wong on Unsplash

Rata-rata buahnya berdiameter sekitar 8 cm, bahkan lebih, memiliki kandungan air yang sangat banyak. Berwarna orange jingga, dibungkus dengan kulitnya yang tebal menjadi ciri khasnya dari jeruk lainnya. Bila dikupas, kulit buahnya sangat rekat dengan daging buahnya. Sehingga untuk mengupas kulitnya lebih sulit dibanding mengupas kulit jeruk lainnya.

Dikenal sebagai buah impor, jeruk sunkist dibanderol dengan harga yang tinggi di pasaran. Biasanya konsumen memburunya karena rasa manisnya yang khas untuk diolah menjadi jeruk peras, ,makanan, dan minuman. Jeruk ini memang belum dibudidayakan luas di Indonesia. Padahal, jeruk sunkist tergolong tanaman yang mudah ditanam dimana saja. Meskipun tanaman jeruk sunkist termasuk dalam tanaman beriklim subtropis. Tetapi tanaman tersebut juga dapat tumbuh di daerah tropis.

Beberapa jenis dari jeruk sunkist memang membutuhkan perawatan khusus dalam budidayanya. Misal saja, jeruk sunkist jenis washington navel dan dumlings seeding yang lebih cocok ditanam di daerah ketinggian 1000 mdpl. Tetapi, sebagian besar dari jenis sunkist dapat tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah. Bahkan, jeruk sunkist dapat tumbuh di wilayah yang hanya memiliki curah hujan 5 bulan dalam setahun ataupun di wilayah yang mengalami curah hujan yang tinggi sepanjang tahun.

Berikut ini cara menanam jeruk sunkist yang dapat dilakukan oleh sobat tani:

  1. Pembibitan
Jeruk sunkist segar, photo by Xiaolong Wong on Unsplash

Bibit jeruk sunkist yang bagus untuk budidaya adalah hasil okulasi, tingkat produktivitasnya tinggi. Bahkan rentang waktu 4-5 tahun pohonnya sudah berbuah, tergantung jenis indukannya. Masih jarangnya yang membudidayakan jeruk sunkist membuat bibit jenis ini jarang ditemui di pasaran.

Tak kalah penting, dalam memilih bibit pilihlah bibit  yang bebas penyakit dan hama. Batangnya kokoh, tidak kurus, dan memiliki cabang yang rindang. Warna daunnya hijau segar dan tidak kuning apalagi layu.  Jangan beli bibit yang sudah berbuah, tetapi belilah bibit yang berusia sekitar 4-5 bulan, tingginya sekitar 30-45 cm.

  1. Penanaman

Tanaman jeruk sunkist dapat berkembang di daerah tropis bersuhu antara 15-30 derajat celcius. Suhu yang hangat sebetulnya menguntungkan untuk pembesaran buah. Sebab, proses perubahan warna kulit dari hijau ke kuning berlangsung lambat.

Perasan jeruk sunkist, photo by Rinck Content Studio on Unsplash

Tanah yang ideal untuk ditanam jeruk sunkist adalah tanah lempung berpasir dengan tingkat keasaman 5-6 pH. Bila dibawah itu tanaman akan kesulitan menyerap unsur hara. Sedangkan bila diatas itu akan membuat unsur-unsur logam dalam tanah mudah terurai sehingga pertumbuhan tanaman menjadi abnormal. Selain itu, kedalaman air tanah sebaiknya sedalam 50-200 cm.

Sebelum memulai menanam, lokasi lahan tanam harus berada di tempat yang mendapat paparan sinar matahari langsung. Kemudian bersihkan lahan dari gulma. Selanjutnya buatlah lubang tanam sedalam 25 cm. Luas lubang sekitar 50×50 cm dengan jarak antara lubang yang satu dengan yang lain 8×8 m.

Setelah lubang terbuat, jangan langsung pindahkan tanaman ke lahan. Biarkan terlebih dahulu 2-4 minggu  agar pancaran sinar matahari membunuh bakteri jahat di lubang tanam dan sekitarnya.

Setelah itu barulah pindahkan bibit tanaman jeruk sunkist ke dalam lubang dan campurkan tanaman dengan 1-1,5 kg pupuk kompos atau pupuk kandang dan sekam atau fosfat yang sudah dicampur rata. Sebaiknya poses penanaman bibit dilangsungkan di awal atau akhir musim hujan.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat menanam. Pertama, hati-hatilah saat melepaskan bibit dari polybag, jangan sampai merusak akarnya. Kedua, posisikan bibit tegak lurus ketika hendak ditanam. Ketiga, pasang ajir di sekitar bibit untuk menopangnya dan jangan sampai ajir tersebut menyentuh apalagi merusak akar.

Jeruk sunkist matang, photo by Monika Grabkowska on Unsplash

Keempat, siram bibit secara rutin dan jangan sampai menggenangi tanaman. Bila perlu buat parit di sekitar lahan serta siram secara menyilang di tengah lahan supaya air tidak menggenang.

  1. Perawatan

Kondisi tanah lembap baik untuk perkembangan tanaman jeruk sunkist. Tanaman ini memang sangat membutuhkan asupan air yang cukup, sehingga bila musim kemarau tiba, tanaman harus disiram secara rutin 2 kali sehari. Bila musim hujan, menyesuaikan kelembapan tanah, mungkin tidak perlu disiram atau cukup 1 kali selama sehari pada pagi atau sore hari. Disamping itu, bersihkan juga gulma atau tanaman hama di sekitar tanaman. Potong cabang-cabang kering yang tidak perlu.

Demi hasil yang maksimal, berilah pupuk pada tanaman secara teratur. Hal ini baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pemberian dapat dimulai sebulan setelah penanaman di lahan. Berilah pupuk kandang atau pupuk kompos. Pupuk diberikan pada kondisi tanaman belum tumbuh tunas baru dan tanah sedang basah.

  1. Pembasmian Hama dan Penyakit
Pohon jeruk sunkist, photo by Tomi Vadász on Unsplash

Terkadang beberapa hama, seperti ulat peliang daun, penggerek buah, tungau, kutu daun, dan kutu loncat menyerang tanaman jeruk sunkist. Pun, beberapa penyakit, seperti tristeza, CVPD, woody gall (vein enation), embun tepung, dan blendok juga menyerang. Untuk mengatasinya dapat dilakukan penanganan dengan memberikan insektisida  selam 4-5 hari sekali sesuai dosis untuk membasmi hama. Dan memberikan fungisida hayati setiap 4 hari sekali sesuai dosis untuk mengobati penyakit.

Manfaat Jeruk Sunkist

Demikianlah penjelasan mengenai cara menanam jeruk sunkist. Kira-kira sobat tani tau tidak apa saja manfaat jeruk sunkist? Sinautani.com ingin membagikan beberapa manfaat jeruk sunkist yang perlu sobat tani ketahui. Berikut inilah diantaranya:

  1. Memperkuat Imunitas Tubuh
Jeruk sunkist, photo by Adam Śmigielski on Unsplash

Aktivitas yang padat sangatlah menguras energi dalam tubuh. Bila tidak diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi apalagi asupan vitamin C yang cukup, tubuh akan rentan sekali terserang penyakit. Untuk menjaga tubuh tetap fit dan asupan vitamin C terpenuhi, konsumsilah jeruk sunkist. Satu buah jeruk sunkist dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian orang dewasa.

  1. Menghilangkan Lemak Kolesterol Dalam tubuh

Jeruk sunkist memiliki kandungan serat larut, pektin, sebuah karbohidrat yang berfungsi menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL dalam darah. Bagi penderita penyakit jantung, jeruk sunkist baik untuk dikonsumsi rutin setiap hari.

  1. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (hipertensi)
Jeruk sunkist masak pohon, photo by Saifullah Munqad on Unsplash

Kandungan senyawa hesperdin, flavonoid dalam jeruk sunkist sangatlah ampuh untuk meningkatkan fungsi pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah tinggi.

  1. Menambah Energi dalam Tubuh

Rasa manis pada jeruk sunkist berasal dari gula buah (fruktosa) yang dapat memenuhi kebutuhan kalori tubuh. Gula tersebut menstimulasi proses metabolisme tubuh dan membantu pertumbuhan sel-sel dalam tubuh.

  1. Mencegah Anemia

Jeruk sunkist merupakan salah satu buah yang kaya akan zat besi. Sekitar 13 persen zat besi terkandung di dalamnya, baik untuk mencegah anemia.

  1. Memperlancar Pencernaan Tubuh

Termasuk dalam jenis buah berserat tinggi, jeruk sunkist memiliki khasiat untuk melancarkan pencernaan tubuh. Terlebih bagi penderita sembelit, jeruk sunkist dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari.

Olahan jeruk sunkist, photo by Rinck Content Studio on Unsplash
  1. Mengobati Batu Ginjal

Kandungan asam sitrat dalam jeruk sunkist efektif mengurangi kadar kalsium dalam urin yang membentuk batu ginjal dalam tubuh.

  1. Disarankan untuk Dikonsumsi Penderita Diabetes

Jeruk sunkist mengandung antioksidan yang dapat membantu peningkatan kinerja pembuluh darah dan meningkatkan kadar insulin dalam tubuh. Tentu sangat disarankah untuk dikonsumsi secara rutin bagi penderita diabetes.

Nah, lengkap sudah ulasan mengenai jeruk sunkist. Mulai dari cara menanamnya hingga manfaatnya bagi tubuh kita. Bagi sobat tani yang tertarik untuk membudidaya jeruk sunkist, selamat mencoba. Semoga tambahan informasi mengenai menafaat jeruk sunkist bermanfaat ya.



Baca juga :

This post was last modified on Juli 19, 2020 3:18 am

husentani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*