Tabulampot, apa sih itu?

Halo Sobat Tani, hayo siapa yang suka menanam pohon buah-buahan? Menanam memang mengasyikkan, terlebih untuk mengisi waktu luang. Apalagi bila menanam pohon dan kemudian berbuah. Tentu ada kepuasan tersendiri menikmatinya. Nah, apakah Sobat Tani mengetahui tabulampot? Sebuah cara tanam pohon buah dalam pot. Cara tersebut kini menjadi solusi menanam buah di daerah perkotaan. Penasaran kan bagaimana caranya? Berikut ini sinautani.com berbagi ulasan mengenai tabulampot.

Semakin hari lahan tanam semakin menyempit. Banyak bangunan didirikan yang justru merenggut lahan tanam. Di perkotaan sendiri, fenomena terbatasnya lahan tanam telah menjadi polemik dalam kelestarian lingkungan. Masyarakat disana kian kesulitan untuk menanam pohon. Salah satunya pohon buah, pohonnya yang tinggi dan berakar dalam memang mengharuskan lahan tanam berukuran luas yang cukup memakan tempat.

Awal Mula

Dikenal sejak tahun 1970-an, tabulampot menjadi alternatif metode tanam pohon buah di lingkungan yang terbatas. Seiring berjalannya waktu, metode tersebut terus berkembang baik dari segi penerapan teknologi hingga jenis dan jumlah pohon yang dapat ditanam dalam pot. Bahkan, tabulampot tidak hanya dilihat dari sisi manfaatnya saja, tetapi juga dari sisi artistiknya. Kini, banyak orang yang menggemari metode tanam ini.

youtube.com

Hingga sekarang, banyak tanaman yang tumbuh subur dengan tabulampot. Tetapi tidak semuanya dapat berbuah. Keberhasilan pohon dalam berbuah pun dibagi ke dalam beberapa tingkatan, mulai dari tingkat mudah, sulit, hingga belum berhasil.

Tanaman dalam tingkatan mudah diantaranya terdiri dari jeruk, sawo, belimbing, mangga, jambu air, dan jambu biji. Sedangkan yang termasuk ke dalam tingkat sulit berbuah diantaranya kelengkeng, rambutan, manggis, jambu pol, dan duku. Adapun, tanaman durian dan alpukat termasuk ke dalam tingkat tanaman yang belum berhasil.

Langkah-langkah Menanam

Sudah siap untuk menanam dengan tabulampot? Berikut ini langkah-langkah menanam dengan tabulampot:

  1. Persiapan Bibit

Keberhasilan menanam dengan tabulampot sangatlah ditentukan oleh kualitas bibit. Artinya, sebelum mulai menanam, persiapkanlah bibit yang hendak ditanam, jangan asal-asalan. Utamanya bibit harus dipilih dari kualitas terbaik, semisal bebas dari hama dan penyakit. Selain itu, harus dipahami juga bahwa bibit untuk tabulampot terdiri dari 2 jenis, yakni bibit hasil generatif dan bibit hasil vegetatif.

paktanidigital.com

Bibit hasil generatif merupakan bibit yang dihasilkan dari tanam biji. Sedangkan bibit hasil vegetatif merupakan hasil cangkokan, penyambungan, atau okulasi. bibit hasil vegetatif lebih bagus untuk budidaya dengan tabulampot. Sebab, bibit memiliki kesamaan sifat dengan induknya sehingga lebih mudah untuk diprediksi tingkat keberhasilannya. Ditambah lagi, tanaman berbuah lebih cepat ketimbang bibit hasil generatif. Namun, bibit hasil vegetatif akarnya kurang kuat dan mudah kekeringan sehingga tanamannya mudah roboh.

  1. Persiapan Media Tanam

Pentingnya menyiapkan media tanam karena kegunaannya untuk wadah pertumbuhan akar sekaligus menopang tanaman. Dalam tabulampot sendiri, terdapat banyak macamnya untuk media tanam. Asalkan media tanam tabulampot mampu menyimpan air dan membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman.

Biasanya, campuran tanah, arang sekam, dan pupuk kompos menjadi media tanam yang digunakan dalam budidaya tabulampot dengan komposisi 1:1:1. Selain itu, dapat juga menggunakan campuran tanah, sekam padi, dan pupuk kambing dengan komposisi yang sama 1:1:1. Kedua media tanam itu sama baiknya. Adapun untuk memilihnya dapat menyesuaikan kebutuhan atau ketersediaan komponen yang ada.

Di Indonesia sendiri, berada di daerah tropis, seringkali tanah dan material organiknya memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Untuk mensiasati keasaman itu, dapat campurkan kapur pertanian atau dolomit sebagai campuran media tanam.

Bila semuanya sudah siap, maka selanjutnya siapkan juga pot sebagai tempat budidaya. Pot yang digunakan bisa dari jenis tanah liat, plastik, logam (drum), kayu, dan semen. Tetapi, akan lebih baik jika pot yang digunakan dari jenis tanah liat atau kayu. Sebab, pori-pori dalam pot baik untuk menstabilkan temperatur media tanam sehingga kelembapannya terjaga. Sayangnya, pot ini tidak tahan lama. Nantinya, menggunakan pot jenis apapun, dasar pot harus diberi kaki agar tidak langsung menyentuh tanah. Dengan begitu, mempermudah aliran drainase dan mengawasi akar tanaman supaya tidak menembus tanah.

leira-fruit.blogspot.com
  1. Penanaman Bibit

Setelah menyiapkan bibit dan media tanam, selanjutnya mulailah menanam. Di awal, pakailah pot kecil untuk menanam bibit dengan campuran media tanam. Bila nantinya tanaman makin membesar dan pot tidak memadai untuk menampungnya, maka pindahkan tanaman pada pot yang lebih besar. Hal ini juga untuk menandai waktu peremajaan media tanam.

Lapisan dasaran pot, dapat diisi dengan pecahan genteng. Berilah diatasnya lapisan sabut kelapa atau ijuk. Kemudian media tanam diisi ke pot hingga memenuhi setengah tinggi pot. Selanjutnya, tanam bibit ke dalam pot. Tetapi perlu diperhatikan untuk hati-hati dalam membuka polybag yang membungkusnya agar tidak merusak akar bibit.

Selanjutnya, bila hendak mengurangi penguapan, pangkas sebagian batang atau daun bibit. Kemudian, pot yang telah diisi bibit ditempatkan pada tempat yang teduh supaya mudah beradaptasi. Satu minggu setelah masa tanam bibit, tempatkan pot pada tempat yang terbuka.

  1. Perawatan Tanaman

Bibit yang sudah ditanam, jangan dibiarkan begitu saja. Diperlukan juga perawatan supaya menghasilkan tanaman berkualitas bagus. Adapun untuk perawatannya adalah sebagai berikut:

  1. Penyiraman

Tabulampot mesti ditempatkan di tempat yang terbuka supaya mendapat paparan sinar matahari langsung di semua bagiannya. Setelahnya, agar kelembapan terjaga, sirami tanaman secara rutin setiap pagi dan sore. Tetapi, bila musim hujan, tanaman tidak perlu disiram kecuali media tanam kering.  Jika jumlah tabulampot banyak, maka dapat dibuat sistem irigasi untuk menyiraminya.

  1. Pemangkasan

Setidaknya ada 3 tujuan pemangkasan tabulampot, diantaranya pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi, dan pemangkasan remaja. Pemangkasan bentuk sendiri bertujuan untuk membentuk tajuk baru. Sekaligus mengatur postur tanaman supaya pancaran sinar matahari  mampu diserap oleh semua bagian tanaman dan memperindah bentuknya.

Dalam pemangkasan bentuk, terdapat rumusan umum 1-3-9. Maksudnya ialah setiap 1 batang primer maksimal ada 3 batang sekunder, setiap 1 batang sekunder maksimal ada 3 batang tersier. Kemudian dipilihlah batang-batang yang kuat dan sehat untuk dikembangkan.

Sedangkan pemangkasan produksi ditujukan untuk optimalisasi fungsi produksi tanaman. Nantinya tunas air dipangkas supaya merangsang pembungaan. Dan bila ada batang yang terjangkit penyakit, maka segera saja dipangkas.

Adapun pemangkasan peremajaan sendiri ditujukan untuk tanaman tua. Pada kondisi ini, perlunya untuk memangkas beberapa cabang. Bahkan tak jarang pemangkasan hanya menyisakan batang primer. Pada fase itu juga, terkadang perlu dilakukan penggantian pot (repotting) dan media tanam.

artikel.rumah123.com
  1. Pemupukan

Salah satu kekurangan tabulampot adalah terbatasnya cadangan nutrisi. Maka, demi memenuhi kebutuhan nutrisi, tanaman sangat membutuhkan pemupukan. Untuk memulainya, pemupukan dilkakukan sebulan setelah tanam. Kemudian lakukan rutin setiap 3-4 bulan sekali. Adapun pupuk yang dipakai sebaiknya pupuk organik, seperti pupuk kandang, pupuk kompos, dan pupuk organik cair. Sebab, kandungan unsur hara dalam pupuk organik lebih lengkap ketimbang pupuk kimia. Ditambah lagi, bahan-bahan organik dalam pupuk organik dapat mampu merangsang aktivitas biologi dalam media tanam.

Dalam kondisi tertentu, pupuk kimia dapat juga digunakan. Misal sewaktu pembungaan dan pembuahan. Pada saat itu, memang tanaman membutuhkan unsur-unsur hara dalam jumlah yang banyak. Dan, dengan pupuk kimia unsur-unsur tersebut dapat ditakar sesuai kebutuhan.

  1. Penanganan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit adalah dua hal yang merugikan bagi tumbuh kembang tanaman sehingga langkah penanganannya bukan hanya saat tanaman sudah terkena keduanya. Tetapi perlu juga langkah pencegahan sejak dini dan langkah itu sangat penting untuk dilakukan. Langkah pencegahan itu dimulai dari pemilihan bibit. Sebab, bibit yang unggul memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap hama dan penyakit. Setelahnya, jagalah kebersihan media tanam karena gulma disekitarnya dapat menjadi sumber hama dan penyakit.

Namun, bagaimana bila tabulampot sudah terkena hama atau penyakit? Tentunya ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menanganinya. Misalnya diberantas secara manual, yaitu dengan mengambil ulat yang menyerang atau memotong bagian dahan yang terkena penyakit. Dan, bila tabulampot sedang berbuah, bungkus buah dengan plastik atau jaring pelindung untuk melindunginya. Selain itu dapat juga mengenakan perangkap hama semacam perangkap lalat dengan hormon feromon.

thehijau.com

Penanganan hama dapat juga dengan menyemprotkan pestisida. Hanya saja penggunaan pestisida kimia tidaklah disarankan. Sebab, penyemprotan pestisida kimia pada tabulampot yang terletak di sekitar pemukiman akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Sehingga utamakan penggunaan pestisida organik ketimbang pestisida kimia. Namun, bila sangat terpaksa, penyemprotan pestisida kimia diperbolehkan dalam penggunaan terbatas dan sesuai dosis pemakaian.

  1. Penggantian Media Tanam dan Pot

Tabulampot dalam perkembangannya perlu penggantian media tanam dan pot. Terutama bila ukurannya makin membesar dan wadah untuk menampungnya tidak memadahi, maka tabulampot perlu dipindah wadah. Demikian juga perlu untuk mengganti media tanamnya. Penggantian tersebut tidak hanya memindahkan tanaman pada pot yang lebih besar. Tetapi juga melakukan pemangkasan peremajaan, yaitu memangkas akar tanaman yang panjangnya lebih dari 25 cm, supaya akar tersebut dapat terus tumbuh dan media tanam menjadi lebih padat. Selain itu, perlu juga memangkas batang dan daun untuk mengurangi penguapan.

Demikian ulasan mengenai tabulampot. Bagi Sobat Tani yang tertarik, silahkan mencobanya. Semoga bermanfaat ya.

Tinggalkan komentar