8 Kiat Mudah Budidaya Bunga Aster

Halo sobat tani, ada yang tau bunga aster? Bunga yang satu ini lagi banyak dicari nih di pasaran. Permintaannya yang tinggi membuat harga bunga aster juga ikut tinggi. Masa panennya yang singkat, kurang dari satu tahun. Banyak kemudian yang ingin membudidayakannya. Penasaran bagaimana caranya? Simak tulisan sinautani.com berikut ini.

Banyak yang mengiranya bunga kertas atau mungkin bagi sebagian yang lain lebih mirip bunga matahari. Begitulah penampakan bunga aster bila dilihat sekilas. Serumpun dengan bunga matahari memang membuat keduanya terlihat mirip. Tingginya rata-rata 30-70 cm. Berdaun susun. Warna bunganya pun bervariasi dari putih, ungu, biru, dan lain-lain dengan ciri khas warna kuning di bagian tengahnya. Di setiap ujung cabang pada tangkai terdapat kuntum bunga.

rancupidfarm.com

Konon, bunga aster berasal dari Tiongkok. Namun kini bunga ini sudah tersebar luas di berbagai penjuru belahan bumi. Diperkirakan terdapat 600 jenis bunga yang tumbuh. Di indonesia bunga ini juga dapat ditemukan dalam banyak jenis. Oleh karenanya bunga ini menjadi bunga yang sering ada di setiap karangan bunga. Untuk membudidayakannya pun tidaklah sulit. Bibitnya dapat ditanam di pekarangan rumah, tidak perlu tempat yang luas. Bunganya juga bermekaran kapan saja, tidak usah menunggu musim, tergantung umur tanaman.

apptopia.com

Berdasarkan warnanya, bunga aster digolongkan ke beberapa jenis, diantaranya:

  • Kuning, merah muda, putih, biru tua, dan biru muda: Aster chinensis tipe Princes.
  • Biru muda, putih, merah muda, merah tua, dan merah lembayung: Aster chinensis tipe Amerika.
  • Merah muda, merah tua, putih dan biru: Aster chinensis tipe Liliput.
  • Putih, merah tua, dan merah muda: Aster chinensis tipe Giant Cornet.
  • Violet muda: Aster novae-angliae.
  • violet dan kebiru-biruan: Aster incises.

Bunga aster dapat ditanam dimana saja. Biasanya bunga ini dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah. Ukuran bunganya yang tidak terlalu besar membuatnya dapat ditanam di pot. Untuk menanamnya cukup mudah. Begitupun perawatannya tidaklah rumit. Namun, bila bunga aster hendak dibudidaya dalam jumlah yang banyak dan untuk kepentingan bisnis. Tentunya perlu ada kiat-kiat untuk menghasilkan bunga aster berkualitas terbaik. Berikut ini kiat-kiat tersebut:

pxhere.com
  1. Persiapkan Media Tanam
    Seperti tanaman pada umumnya, tanaman ini memerlukan media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk kandang dengan rasio 1:1:1, dan sekam. Selain pupuk kandang bisa juga menggunakan pupuk kompos atau media tanam khusus untuk bunga di pot.
  2. Persiapkan bibit
    Pembibitan bisa dengan memperbanyak tunas atau benih. Mendapatkan benih dapat dicari di toko pertanian. Benih yang baru dibeli janganlah langsung ditanam. Benih perlu disemai terlebih dahulu di media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk kandang dengan rasio 1:1:1, dan sekam. Selain dengan itu, media persemaian dapat dibuat dari campuran tanah dan pasir atau kompos halus yang perbandingannya 1:1:1.
    Selesai disemai, benih tersebut ditutup dengan media persemaian, tetapi jangan terlalu tebal. Selanjutnya, agar media semai tetap lembab lakukanlah penyiraman secara rutin. Bila sudah tumbuh daun minimal 3 hingga 5 helai, bibit perlu dipindahkan ke media tanam yang permanen seperti pot bunga atau polybag. Pembibitan melalui memperbanyak tunas dapat dilakukan pada tunas yang berumur minimal 6 bulan. Setelah anakannya tumbuh pindahkan tunas ke media tanam permanen.
  3. Penanaman Bunga Aster
    Agar bunga aster menghasilkan tunas dibutuhkan area tanam yang luas. Supaya bunga tumbuh subur media tanam terdiri dari tanah, pupuk kandang atau kompos dengan rasio 1:1:1, dan sekam. Setelahnya, tanam bibit dalam posisi tegak agar akar tidak rusak dan tempatkan pada area yang secara langsung tidak terkena sinar matahari agar bibit tidak mudah layu. Bila tanaman sudah tampak tumbuh subur dan beradaptasi, pindahkan tanaman pada area yang bisa terkena matahari langsung untuk berfotosintesis.
    Waktu tanam yang baik pada waktu pagi atau sore hari. Sebab, cahaya terik matahari dapat membuat tanaman cepat layu. Untuk mencegah hama, tanaman dapat disemprot Furadan.

    faunadanflora.com
  4. Pemeliharaan Bunga Aster
    Pemeliharaannya tidaklah sulit. Cukup lakukan penyiraman rutin, pemupukan, dan menyiangi gulma. Pemupukan dapat memakai pupuk kandang, kompos, atau NPK dengan dosis pemakain satu sendok makan per wadah tanam atau sekitar 5 gram. Agar tanaman tidak terus tumbuh keatas atau bahkan menjalar seperti tanaman ubi, rajinlah memangkas pucuk bunga aster sepanjang 2-3 cm. Hal tersebut juga membuat cabang tanaman tumbuh rimbun.
  5. Penyiraman Rutin
    Penyiraman secara rutin akan menghasilkan bunga aster dengan kualitas bagus. Asalkan penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada waktu pagi sekitar jam 9 dan sore sekitar jam 3. Jangan pernah menyiram pada siang hari karena akan menggangu proses fotosintesis sehingga bunga kekurangan nutrisi.
  6. Kelembaban Media Tanam
    Bunga aster menyukai area tanam yang lembab dan cukup air. Sehingga dalam penyiramanan jangan terlalu berlebihan atau kekurangan. Bunga aster yang kekurangan air daunnya akan mudah rontok dan kekurangan nutrisi pembentukan cabang.
  7. Pembungaan
    Tanaman ini tidak memiliki musim berbunga. Ia akan berbunga kapan saja bila sudah masanya. Nah, agar tanaman ini cepat berbunga, berikut ini ada beberapa tipsnya:
    Pastikan tanaman mendapat paparan sinar matahari yang cukup untuk berfotosintesis.
    Bila muncul kuncup, sirami tanaman secukupnya agar tanaman tidak mengalami kekeringan.
    Pangkaslah daun aster secara rajin agar cabang tanaman bertumbuh.
    Bisa tambahkan pupuk Phospor (P) supaya membantu proses pembungaan dan Kalium (K) agar bunga tidak mudah rontok.

    ngalam.co
  8. Pemetikan Bunga
    Bila sudah memasuki umur 3-4 bulan, bunga aster dapat dipetik. Memetiknya tidak bisa asal petik dengan tangan, sebaiknya menggunakan gunting pangkas dan lakukan dengan hati-hati. 3 hari sebelum bunga mekar penuh, pangkas tangkai bunga aster sepanjang 50-70 cm menyesuaikan jenis tanaman aster. Petiklah bunga disaat cuaca cerah, pagi hari atau sore hari.
    Bila sudah dipetik, bunga aster akan mengering dan cepat layu. Sehingga agar tetap segar letakkan bunga aster pada pot hias dengan memenuhi kebutuhan nutrisinya, yaitu sumber makanan. Caranya? sediakan gula pasir 100 ml lalu tuangkan ke dalam pot tersebut untuk pemenuhan kebutuhan 3-5 persen sukrosa bagi aster.
    Untuk kesegaran yang lebih tahan lama, belilah pengawet bunga aster seperti Florissant dan Chrysal AVB. Kesegaran bunga aster dapat bertahan hingga 2 minggu di dalam ruangan tertutup.
    Umur tanaman bunga aster hanya dua tahun saja sehingga setelah itu tanaman bunga aster akan mati, dimulai dengan tanaman yang sudah tidak berbunga dan akan cepat layu.

Meski tergolong mudah membudidayakan bunga aster dengan menggunakan 8 kiat diatas, tetapi perlu juga diperhatikan antisipasi tanaman dari serangan hama. Biasanya ulat minirder menjadi hama perusak tanaman bunga aster. Hama tersebut membuat daun aster menjadi kering dan rontok dengan membuat lorong berliku-liku pada daun. Untuk membasminya dapat semprotkan insektisida Curacron 500EC atau Decis 2,5 EC.

pxhere.com

Cendawan Phythopthora sp juga menjadi hama bunga aster selain ulat minirder. Hama tersebut akan menyerang daun aster hingga mengering dari kecoklatan sampai menghitam. Sehingga tanaman menjadi layu dan membusuk. Bila belum parah, segera potong bagian tanaman yang terserang kemudian bakar. Tetapi bila sudah parah segera semprotkan fungisida Dithane M-45, Scrobat 50WP, atau Kocide 77WP.

Inilah tulisan mengenai budidaya bunga aster. Sepertinya mudah bukan? Silahkan sobat tani mencobanya dan semoga berhasil.

Tinggalkan komentar