Halo sobat tani, beberapa hari yang lalu, sinautani.com mengulas tentang budidaya jangkrik. Kali ini, kita akan membahas mengenai pembuatan kandangnya. Dalam budidaya jangkrik, kualitas kandang sangat berpengaruh terhadap produktivitas budidaya. Sebab, jangkrik sangat sensitif dengan kelembaban dan rentan terhadap serangan hama. Maka, pembuatan kandang harus diperhatikan dari berbagai sisinya. Nah, untuk itu berikut ini tulisan mengenai pembuatan kandang yang baik untuk budidaya jangkrik.

Hal utama memulai ternak jangkrik ialah menyiapkan kandang untuk budidaya jangkrik. Kandang tersebut dapat dibuat dari berbagai bahan, semisal papan, kardus, atau triplek. Adapun, langkah-langkahnya berikut ini:

Syarat Penentuan Lokasi Kandang Jangkrik

Sebelum memulai budidaya jangkrik, hal utama yang mesti dilakukan adalah menentukan dan mempersiapkan lokasi kandang untuk budidaya. Kandang jangkrik sebaiknya dibuat menyerupai habitat aslinya di alam. Untuk itu berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyiapkannya:

1. Kondisi lokasi kandang budidaya jangkrik

kandang jangkrik

Lokasi budidaya sebaiknya berada dalam kondisi yang sunyi, tenang, dan teduh serta mendapat sirkulasi udara yang baik sehingga suhu dalam ruangan bisa disesuaikan. Maka carilah lokasi yang terhindar dari pusat keramaian, seperti pasar, jalan raya, dan lain-lain. Bahkan jauh lebih baik lagi jika lokasi budidaya juga jauh dari aktivitas manusia seperti di tempat yang ramai lalu lalang orang lewat.

Kandang juga tidak boleh terpapar sinar matahari langsung dan sebaiknya jauh dari pepohonan supaya dapat menyerap panas matahari secara optimal. Sebisa mungkin kandang budidaya jangkrik harus berada jauh dari kandang ayam dan aman dari hewan lain yang mengganggu, seperti semut, tokek, tikus, dan cicak.

2. Ruangan yang ideal untuk kandang jangkrik

Sesudah lokasi kandang ditentukan, persiapkan ruangan untuk menampung kandang – kandang jangkrik. Ruangan untuk kandang bisa bertempat dimana saja, baik di teras belakang rumah ataupun gudang asalkan memenuhi kriteria. Adapun untuk kriterianya adalah sebagai berikut:

  • Lantai dasar harus kering dan tidak boleh lembab. Bisa berupa tanah biasa, tidak harus dilapisi semen cor.
  • Usahakan lantai dibuat tinggi untuk menjaga kelembaban ketika musim hujan.
  • Tembok dibangun semi batako dengan 1,5 meter batako. Pada bagian atasnya asbes dan angin-angin atau tembok dari asbes dengan bagian atas bethek bambu untuk angin-angin. Atau dapat juga tembok berupa bethek bambu dan untuk bagian luar ditutup plastik terpal supaya menjaga suhu lingkungan.
  • Atap akan lebih baik bila dari asbes agar suhu lingkungan lebih stabil dan tetap hangat saat hujan.
  • Atap jangan terlalu tinggi supaya tidak terlalu banyak angin yang masuk ruangan agar suhu tetap hangat sehingga tinggi atap miring 2,5 m – 3,5/4 m.

Kriteria-kriteria diatas dimaksudkan untuk memudahkan beradaptasi dalam pergantian musim. Bila sudah memenuhi kriteria-kriteria tersebut, peternak dapat mengatur kandang sesuai keinginannya.

suasana ruangan untuk penempatan kandang jangkrik [ youtube :Arai Jurnalis Burung]

3. Kandang jangkrik yang ideal

Kualitas kandang akan berpengaruh terhadap produktivitas budidaya jangkrik. Kandang jangkrik yang baik dapat membuat jangkrik bisa hidup dan berkembang sepanjang tahun. Di alam bebas, jangkrik berkembang biak sesuai kondisi alam hanya pada musim tertentu.

Pembuatan kandang jangkrik yang ideal dapat dibuat sederhana dari triplek/plywood yang didesain seperti peti dan diberi kaki-kaki agar tidak menempel langsung lantai dasar dan terhindar dari hama. Agar terhindar dari semut, kaki-kaki pada kandang diberi wadah berupa gelas plastik yang diisi oli bekas untuk menghalangi semut dan predator naik kekandang. Oli bekas lebih efektif menghalangi semut dan hewan pengganggu lainnya ketimbang dengan air karena dapat membunuh hewan-hewan tersebut. Bila dengan air, semut dan hewan lainnya terkadang dapat melewatinya. Nah, untuk mendapatkan oli bekas dapat diperoleh secara gratis di bengkel motor dan mobil.

Sebaiknya, dinding jangkrik diolesi lumpur sawah menyerupai lingkungan aslinya di alam. Pada bagian atas dinding lapisi selotip atau solusi agar tidak bisa memanjat untuk kabur.
Selanjutnya, berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kandang jangkrik. Apa aja sih?

  • Kayu reng atau kayu yang digunakan untuk memasang genting diatas pasak. Kayu ini menjadi rangka kandang jangkrik.
  • Triplex/plywood, dipakai untuk alas kandang dan tembok/dinding.
  • Paku, dipakai untuk merakit triplex dan reng menjadi kandang jangkrik.
  • Lumpur sawah, lumurkan ke dinding kandang. Bisa juga memakai semen putih/mill.
  • Solasi atau lakban coklat, digunakan untuk pembatas bagian atas kandang supaya jangkrik tidak bisa kabur.
  • Waring atau jaring ikan, digunakan untuk penutup bagian atas agar predator seperti ngengat, cicak, dan tokek tidak dapat masuk kedalam kandang saat terbuka.
  • Bambu, dipakai sebagai bahan pembuat tutup kandang.
  • Terpal plastik, dipadukan dengan bahan bambu sebagai penutup kandang.
bentuk konstruksi kandang jangkrik

Dengan bahan-bahan diatas, bisa dimulai membuat kandang jangkrik.M Membuatnya dapat juga dilakukan sendiri. Bagaimana membuatnya? Lakukan langkah-langkah berikut ini:

Kandang jangkrik biasanya berbentuk kotak. Tersusun dari kayu reng yang disusun menjadi kerangka kandang. Kemudian ditutupi tiap bagiannya dengan papan atau triplek. Panjang kandang sekitar 100 cm dengan lebar 60 cm dan tinggi 30-40 cm. Setiap sambungan dan sudut peti sambung dengan lem atau semen. Hal ini untuk menghindari jangkrik yang baru menetas melewati celah sambungan untuk keluar. Sebab, jangkrik yang baru menetas ukurannya sangat kecil.

Buat lubang ventilasi pada sisi muka dan belakang dengan ukuran 50 x 7 cm. Posisi ventilasi tersebut sekitar 10 cm dari atas. Agar jangkrik kecil tidak bisa melewati ventilasi tersebut, tutup lubang ventilasi dengan kasa kawat ukuran halus. Permukaan bagian atas dipasang dengan engsel sehingga mudah dibuka tutup. Pada sisi pinggir kandang buatkan cantelan untuk pegangan untuk memudahkan menggeser atau mengangkat peti. Di sekeliling sisi bagian dalam lapisi isolasi plastik kira-kira 10 cm dari atas agar jangkrik tidak merayap ke atas.

Pada keempat sudut kandang pasangkan kaki-kaki tingginya sekitar 10 cm. Nantinya pada kaki-kaki tersebut direndam dalam wadah berisi cairan untuk mencegah hama semut masuk ke kandang. Bila ruangan untuk kandang berukuran minimalis, kandang jangkrik dapat dibikin bersusun sehingga menghemat tempat dan efisiensi budaya. Selain bentuk tersusun, kandang jangkrik dapat juga dibikin kandang jangkrik kotak tunggal seperti peti.

5. Media hidup untuk jangkrik

Layaknya seperti hidup di alam pasangkan karpet telur atau TRE di dalam kandang yang ditata secara tersusun dan bertumpuk. TRE ini memiliki fungsi untuk tempat jangkrik beraktivitas. Sebelum TRE dipasang dalam kandang, jemur terlebih dahulu selama 6 jam untuk mematikan kuman, bakteri, dan penyakit. Nantinya jangkrik hidup, bertelur, dan panen di sela-sela TRE tersebut.

Demikian sobat tani tulisan mengenai pembuatan kandang jangkrik yang baik. Langkah-langkah pembuatan kandang ini dapat dilakukan siapa saja terutama bagi pemula. Tidak usah khawatir, silahkan mencoba. Semoga hasilnya memuaskan dan meningkatkan produktivitas budidaya jangkrik.

---------------------

Tulisan Terkait

This post was last modified on Agustus 8, 2020 10:49 am