Lompat ke konten

Apa itu Gangguan Bipolar?

Juga dikenal sebagai penyakit manik depresif, gangguan bipolar ditandai dengan tingkat tinggi (mania) dan titik terendah (depresi) yang parah dan melumpuhkan. Mempengaruhi 2,2 juta orang Amerika, penyakit ini biasanya dimulai pada masa remaja atau dewasa awal dan berlanjut sepanjang hidup, dengan 80% pasien mengalami beberapa episode manik dan 15% mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri. Namun, perawatan medis yang efektif tersedia, dan penelitian baru terus memperluas jangkauan pilihan pengobatan yang mungkin. Dengan perawatan yang tepat, kebanyakan orang dengan gangguan bipolar dapat menjalani kehidupan yang memuaskan dan produktif.

Bipolar Disorder dibedakan dari Major Depressive Disorder dengan adanya episode manik atau hipomanik. Hal ini dibedakan dari Gangguan Skizoafektif dengan tidak adanya gejala psikotik (seperti delusi, halusinasi) selama periode suasana hati yang stabil.

Gangguan Bipolar adalah sebenarnya adalah spektrum gangguan. Gangguan bipolar I ditandai dengan riwayat setidaknya satu episode manik, dan (biasanya) episode depresi. Gangguan bipolar II ditandai dengan episode hipomanik bergantian dengan episode depresi. Siklotimia ditandai dengan tinggi yang memenuhi beberapa tetapi tidak semua kriteria untuk hipomania dan terendah yang memenuhi beberapa tetapi tidak semua kriteria untuk depresi.

Episode Manik

A. Suatu periode yang berbeda dari suasana hati yang abnormal dan terus-menerus meningkat, ekspansif atau mudah tersinggung, yang berlangsung setidaknya selama satu minggu (atau durasi apa pun jika rawat inap diperlukan).

B. Selama periode gangguan mood, tiga (atau lebih) dari gejala berikut telah menetap (empat jika mood hanya iritabel) dan telah hadir pada tingkat yang signifikan:

  1. harga diri atau keagungan yang melambung
  2. penurunan kebutuhan untuk tidur (misalnya, merasa istirahat setelah hanya tidur 3 jam)
  3. lebih banyak bicara dari biasanya atau tekanan untuk terus berbicara
  4. pelarian ide atau pengalaman subjektif bahwa pikiran berpacu
  5. distraksibilitas (yaitu, perhatian mudah tertarik pada rangsangan eksternal yang tidak penting atau tidak relevan)
  6. peningkatan aktivitas yang diarahkan pada tujuan (baik secara sosial, di tempat kerja atau sekolah, atau secara seksual) atau agitasi psikomotor
  7. keterlibatan berlebihan dalam aktivitas menyenangkan yang memiliki potensi tinggi untuk konsekuensi menyakitkan (misalnya, terlibat dalam pembelian yang tidak terkendali, perselingkuhan seksual, atau investasi bisnis yang bodoh)

C. Gejala tidak memenuhi kriteria Episode Campuran

D. Gangguan mood cukup parah untuk menyebabkan gangguan yang nyata dalam fungsi pekerjaan atau dalam aktivitas sosial yang biasa atau hubungan dengan orang lain, atau memerlukan rawat inap untuk mencegah bahaya pada diri sendiri atau orang lain, atau terdapat ciri psikotik.

E. Gejalanya bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya, penyalahgunaan obat, pengobatan, atau pengobatan lain) atau kondisi medis umum (misalnya, hipertiroidisme).

Catatan: Episode seperti manik yang jelas disebabkan oleh pengobatan antidepresan somatik (misalnya, pengobatan, terapi kejang listrik, terapi cahaya) tidak boleh diperhitungkan dalam diagnosis Gangguan Bipolar I.


Baca juga :