Halo Sobat Tani, sudah sedia kurma untuk menyambut ramadhan? Buah ini memang identik ketika bulan puasa tiba. Banyak orang yang mengkonsumsi buah ini saat berbuka. Selain karena dianjurkan bagi yang beragama Islam. Ternyata buah kurma memang memiliki manfaat untuk orang yang menjalankan puasa lho. Penasaran apa manfaatnya? Berikut ini sinautani.com bagikan ulasannya.

Asal Muasal Kurma

Nama ilmiah Phoenix dactylifera diambil dari bahasa Yunani kuno untuk kurma. Menurut toriavey.com, nama tersebut diadaptasi dari nama tempat, yaitu Phoenicia, wilayah pesisir antara Lembah Yordan dan Laut Mediterania. Konon, dulu kurma banyak tumbuh disana. Saat itu, dikenal sebagai Phoenix atau pohon Phoenicia, kurma menjadi simbol daerah tersebut sebagaimana yang tertera di koin Fenisia.

Sedangkan dalam literatur lain, pohon kurma tidak diketahui persis darimana asalnya. Hanya saja, Julia F. Morton menyebutkan dalam bukunya “In: Fruits of warm climates”, bahwa kurma kemungkinan besar berasal dari Teluk Persia. Sebab, sudah sejak lama buah ini dibudidayakan disana.

Persebaran Kurma

Buah khas Timur Tengah ini sudah ribuan tahun lamanya jadi makanan pokok disana, photo by Jo. on Unsplash

Sudah ribuan tahun lamanya, di Timur Tengah, kurma menjadi makanan pokok. Berdasarkan bukti arkeologi, awalnya kurma dibudidaya di bagian Arab timur pada tahun 6000 SM. Tetapi, seiring berjalannya waktu, pohon kurma telah dibudidaya di kawasan Asia bagian barat dan selatan serta Afrika bagian utara. Karena tersebar dimana-mana, kurma juga mempunya jenis yang beragam.

Dalam perkembangannya, kurma sudah mulai dicoba dibudidaya di berbagai benua, tidak hanya di daratan Timur Tengah. Tetapi juga di Eropa, seperti di Italia dan Spanyol, bahkan juga di daerah tropis, seperti Indonesia. Di Indonesia sendiri, mengutip khoiroummah.co.id, berbagai jenis kurma mulai dibudidaya sejak tahun 2011 di belakang Pondok Pesantren Darussalam.

Walaupun kurma sudah mulai dikembangkan di berbagai wilayah dan tumbuh lebat. Tetapi, kualitas buahnya masih kalah dibanding kurma yang dihasilkan dari Timur Tengah. Sebab, pohon kurma memerlukan suhu 40-50 derajat celcius untuk tumbuh subur dan menghasilkan buah kurma dengan kualitas terbaik.

Manfaat Kurma

Rasanya yang manis dengan tekstur daging buahnya yang kenyal membuat kurma banyak diburu orang. Dilihat dari jenisnya, kurma mempunyai ukuran dan warna yang beragam. Dari kecil ke besar dan dari warna merah, kuning, hingga hitam.

Selain lezat, kurma juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Apalagi untuk Sobat Tani yang tengah berpuasa atau diet, kurma cocok untuk dikonsumsi sebagai menu makanan.

Melansir healthline.com, berikut ini manfaat kurma:

  1. Kandungan Gizi yang Tinggi

Termasuk salah satu buah kategori kering, kurma memiliki kandungan kalori yang tinggi dibanding buah segar yang lain. Apabila diukur, kandungan kalori kurma hampir persis dengan buah-buah kering lain pada umumnya, seperti kismis dan buah ara.

Dalam kurma, kalorinya sebagian besar berasal dari karbohidrat. Sedangkan sebagian kecilnya didapat dari protein yang sangat kecil. Selain itu, kurma juga mengandung beberapa vitamin dan mineral serta sejumlah serat yang dibutuhkan tubuh. Ditambah lagi, kandungan oksidan dalam kurma juga tinggi. Berikut ini, kadar nutrisi yang diukur dari 3,5 ons kurma:

  • Kalori: 277 kkal.
  • Serat: 7 gram.
  • Karbohidrat: 75 gram.
  • Kalium: 20% dari RDI.
  • Protein: 2 gram.
  • Tembaga: 18% dari RDI.
  • Magnesium: 14% dari RDI.
  • Vitamin B6: 12% dari RDI.
  • Besi: 5% dari RDI.
  • Mangan: 15% dari RDI.
  1. Kandungan Serat yang Tinggi

Di dalam 3,5 ons kurma, terkandung sekitar 7 gram serat untuk memenuhi kebutuhan tubuh ketika berpuasa atau diet. Kebutuhan serat ini harus dipenuhi tubuh untuk kesehatan pencernaan, terutama mencegah sembelit supaya buang air besar (BAB) menjadi lancar dan teratur.

Dalam sebuh penelitian, 21 orang yang mengkonsumsi 7 buah kurma per hari selama 21 hari, mengalami peningkatan frekuensi BAB yang signifikan dibanding yang tidak mengkonsumsi kurma. Selain itu, serat dalam kurma juga baik untuk mengontrol gula darah dengan mencegah kenaikan gula darah terlalu tinggi setelah makan. Oleh karena itu, kurma memiliki indeks glikemik rendah, yang mengukur seberapa cepat gula naik setelah makan.

  1. Kandungan Antioksidan yang Tinggi

Antioksidan berfungsi melindungi tubuh dari molekul-molekul radikal bebas yang dapat menyebabkan reaksi berbahaya dalam tubuh sehingga menimbulkan penyakit. Dibandingkan dengan buah-buah kering lainnya, seperti buah ara dan buah prem kuning, kurma memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi. Lebih jelasnya, berikut ini tiga antioksidan paling kuat dalam kurma:

  • Flavonoid

Antioksidan kuat yang membantu mengurangi peradangan dan meminimalisir resiko terkena penyakit diabetes, alzheimer, dan beberapa jenis kanker tertentu.

  • Karotenoid

Karotenoid mampu meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi resiko gangguan mata, seperti degenerasi makula.

  • Asam fenolik

Dikenal karena sifat anti-inflamasinya, asam fenolik dapat membantu meminimalisir resiko kanker dan penyakit jantung.

  1. Membantu Meningkatkan Fungsi Otak

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kurma mampu menurunkan penanda inflamasi, seperti interleukin 6 (IL-6) di otak. Apabila tingkat IL-6 tinggi, akan menyebabkan resiko penyakit neurodegeneratif lebih tinggi, seperti alzheimer,

Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa kurma mampu mengurangi aktivitas protein beta amiloid yang dapat membentuk plak di otak. Tumpukan plak di otak inilah yang mengganggu komunikasi antar sel-sel otak sehingga menyebabkan kematian sel-sel tersebut dan penyakit alzheimer.

Pada penelitian lain yang masih dilakukan terhadap hewan, tikus yang diberi makan campuran kurma memiliki daya ingat dan kemampuan belajar lebih baik secara signifikan, serta tingkat kecemasannya lebih rendah dibandingkan yang tidak mengkonsumsinya. Namun, kaitannya dengan manusia masih diperlukan penelitian untuk mengkonfirmasi peran kurma dalam kesehatan otak.

  1. Membantu Kelancaran Persalinan Bagi Wanita
Kurma baik dikonsumsi ibu hamil karena khasiatnya membantu melancarkan persalinan, photo by freestocks on Unsplash

Kurma mengandung senyawa yang mengikat reseptor oksitosin seperti meniru efek oksitosin dalam tubuh. Oksitosin sendiri adalah hormon yang menyebabkan kontraksi persalinan saat melahirkan.

Selain itu, kurma juga mengandung tanin, senyawa yang membantu kontraksi pada persalinan. Ditambah lagi, kurma juga merupakan sumber gula alami dan kalori yang baik, yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat energi selama persalinan.

Mengkonsumsi kurma selama beberapa minggu terakhir  masa hamil dapat meningkatkan dilatasi serviks dan menurunkan kebutuhan akan persalinan yang diinduksi. Pada sebuah studi, 69 wanita yang mengkonsumsi 6 buah kurma per hari selama 4 minggu sebelum melahirkan memungkinkan 20%  untuk melahirkan secara alami. Dalam persalinannya juga akan lebih cepat ketimbang yang tidak mengkonsumsinya.

Pada studi lain, dari 154 wanit hamil yang memakan kurma ditemukan kemungkinan kecil untuk diinduksi ketimbang mereka yang tidak memakannya. Dikuatkan oleh studi lain, dari 91 wanita hamil yang mengkonsumsi 70-76 gram kurma setiap hari sejak minggu ke 37 masa kehamilan, menunjukkan persalinan aktif dengan rata-rata 4 jam lebih sedikit dibandingkan yang tidak mengkonsumsinya.

Kendati demikian, masih diperlukan lebih lanjut untuk mengkonfirmasi efek kurma yang mampu membantu meningkatkan persalinan dan mengurangi durasi persalinan.

  1. Pemanis Alami

Kurma termasuk sumber fruktosa, jenis gula alami dalam buah. Rasanya yang sangat manis seperti karamel halus. Oleh karena itu, kurma dapat dimanfaatkan sebagai pengganti gula putih karena selain rasa manisnya, juga memiliki nutrisi, serat, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh. Disamping itu, kurma selain dimakan dalam keadaan segar, dapat juga diolah sebagai tambahan rasa untuk kue dan camilan lainnya.

Penutup

Demikianlah ulasan mengenai kurma dan manfaatnya.  Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Bagi Sobat Tani yang tengah menjalani puasa atau diet, dapat menjadikan kurma salah satu buah dalam menu makanan. Semoga bermanfaat ya.

---------------------

Tulisan Terkait

This post was last modified on Agustus 25, 2020 2:46 am