Halo Sobat Tani, pernahkah mendengar budidaya tanaman hidroponik? Secara sederhana, metode ini adalah metode menanam tanaman dengan air. Banyak orang yang tengah menggandrunginya, terutama penduduk perkotaan. Tertarik untuk mencobanya? Berikut ini ulasan sinautani.com mengenai budidaya tanaman hidroponik.

Perkembangan Budidaya Tanaman

Dalam perkembangannya, menanam bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan pangan saja. Melainkan juga menjadi hobi yang menyenangkan bagi kebanyakan orang disaat suntuk atau sekedar mengisi waktu luang.

Apalagi, menanam sembari menata tanaman-tanaman dengan rapi dapat menjadi hiasan yang estetik nan elok dipandang.  Sayangnya, seringkali keterbatasan tempat maupun ketersediaan tanah menjadi penghambat bagi siapa saja yang ingin melakukannya.

Keterbatasan lahan karena tergerus pembangunan perkotaan telah membuat ketersediaan tempat maupun tanah untuk menanam menjadi terbatas. Namun, dengan budidaya hidroponik bercocok tanam dapat dilakukan di tempat yang sempit dan tanpa tanah sebagai media tanam.

Asal Muasal Budidaya Hidroponik

Menurut temuan yang ada, konon metode hidroponik sudah diterapkan sejak lama, bahkan oleh suku Aztec, gambar oleh sippakorn yamkasikorn dari Pixabay

Konon, dari segi waktu, budidaya hidroponik bukanlah metode yang baru dalam budidaya tanaman. Dahulu kala, 1000 tahun yang lalu, suku Aztec Chinampas telah mempraktekan budidaya tanam tanpa tanah pada rakit apung di sekitar kota pulau Tenochtitlan.

Disebutkan berbeda pada literatur lain, pada abad ke 13, Marco Polo, Penjelajah Benua, menuliskan pernah melihat taman terapung selama melintasi Tiongkok. Ada juga yang menyebutkan bahwa metode ini terinspirasi dari Taman Gantung Babilonia.

Alhasil, darimanapun asalnya, kini budidaya hidroponik telah menjadi solusi bercocok tanam di tempat dan tanah yang terbatas di daerah perkotaan, sehingga metode ini dikenal juga dengan Hydroponic Urban Gardening.

Hidroponik Masa Kini

Biasanya dalam budidaya konvensional, tanah membantu akar tanaman untuk tetap berdiri sekaligus menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Sedangkan dalam budidaya hidroponik, kebutuhan nutrisi tanaman digantikan oleh larutan senyawa ionik.

Umumnya, sebagian besar tanaman sayuran dapat tumbuh dengan hidroponik, misalnya salad, paprika, mentimun, rempah-rempah, apalagi tomat seringkali dibudidaya secara hidroponik.

Namun, yang tak kalah menarik dari budidaya hidroponik ialah tanaman tidak melulu harus ditanam menghampar seperti pada umumnya, tetapi dapat juga ditata dengan indah, seperti bertingkat, supaya tampak menarik.

Budidaya Tanaman Masa Depan

Banyak orang yang mengibaratkan budidaya ini sebagai metode tanam di luar angkasa. Karena tanah tidak digunakan lagi sebagai media tanam. Melainkan digantikan dengan air yang mengandung senyawa ionik untuk nutrisi tanaman.

NASA, lembaga antariksa Amerika Serikat, sendiri juga tengah bekerja sama dengan University of Michigan menggarap proyek budidaya hidroponik untuk dapat diterapkan di luar angkasa.

Pada percobaan ini, tanaman dibudidayakan di luar angkasa sebagai bahan makanan astronot. Pada praktiknya, proyek tersebut membuat sistem loop tertutup dengan mengolah limbah karbondioksida untuk menghasilkan oksigen dan air sebagai komponen pertanian hidroponik.

Cara Tanam Budidaya Hidroponik

Nah, adapun budidaya hidroponik dilakukan dengan menanam bibit melalui 2 cara, yaitu NFT (Nutrient Film Technique) dan WICK. Kedua cara ini umum dilakukan oleh kebanyakan orang, karena selain mudah, juga tidak membutuhkan biaya yang besar maupun tempat yang luas.

Metode NFT

Metode NFT dengan media pipa, gambar oleh skeeze dari Pixabay

Dimulai dengan NFT, budidaya hidroponik dengan metode ini memiliki konsep dasar dengan menanam akar pada lapisan nutrisi, sehingga akar ditanam tidak terlalu dalam, agar sirkulasi oksigen, nutrisi, serta air mudah diserap akar. Lalu, bagaimana caranya sih?

  1. Persiapkan pompa dan beberapa wadah tanam, seperti talang atau pipa.
  2. Lubangi wadah tanam tersebut secara teratur dengan jarak antar lubang yang sesuai dengan panjang wadah tanam.
  3. Susun wadah tanam, baik dari talang atau pipa.
  4. Pada ujung pipa yang lebih rendah, siapkan penampung.
  5. Pompa yang tadi sudah disiapkan kemudian dipasang untuk mengalirkan air dan nutrisi supaya mengalir lancar.

Metode WICK

Metode WICK mengenakan media kain flanel, sumbu kompor, atau busa, gambar oleh iamareri dari Pixabay

Selanjutnya, budidaya hidroponik dengan metode WICK. Metode ini menjadi pilihan banyak orang karena low budget alias tidak butuh biaya besar untuk membikinnya. Selain komponen untuk budidaya dapat diperoleh dengan murah dan mudah, juga dapat dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Terus, bagaimana caranya?

Pertama-tama, siapkan terlebih dahulu komponen berikut ini:

  1. 1 buah botol plastik air mineral sebagai wadah tanam.
  2. Alat untuk melubangi wadah tanam, seperti paku atau solder.
  3. Alat pemotong, seperti pisau.
  4. Air nutrisi.
  5. Kain flanel atau sumbu kompor.

Kemudian, mulailah menyiapkan komponen-komponen diatas untuk menanam.

  1. Persiapkan wadah tanam atau potong botol menjadi 2 bagian.
  2. Lubangi tutup botol.
  3. Posisikan botol terbalik dengan bagian moncongnya mengarah ke bawah, kemudian gabungan kedua bagian botol yang telah dipotong.
  4. Kain flanel atau sumbu kompor yang berfungsi untuk menyerap air nutrisi, ditaruh di tutup botol yang dilubangi.
  5. Bibit tanaman ditanam dengan tanah secukupnya di bagian atas botol.
  6. Botol bagian bawah diisi dengan air nutrisi.

Dibandingkan dengan budidaya tanah pada umumnya, budidaya hidroponik membuat akar tanaman dapat dengan mudah menyerap nutrisinya melalui air nutrisi.

Dengan cara seperti ini juga, tanaman dapat menghemat energinya untuk mengolah nutrisinya, asalkan unsur-unsur, seperti cahaya, air, udara (oksigen dan karbondioksida), nutrisi, dan panas terpenuhi.

Manfaat Budidaya Hidroponik

Budidaya hidroponik mempunyai banyak manfaat lho, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Bercocok tanam dengan metode hidroponik dapat dilakukan kapan saja, tidak mengikuti musim tanam, sehingga budidaya tanaman dapat dilakukan sepanjang tahun.
  2. Tidak menggunakan pestisida atau obat hama, sehingga hidroponik menjadi ramah lingkungan dan tidak merusak tanah, serta tanaman yang ditanam akan selalu segar.
  3. Tanaman hidroponik tidak memerlukan penyirama rutin seperti tanaman pada umumnya. Cukup nutrisi dalam wadah tanam yang memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, sehingga menanam dengan hidroponik dapat menghemat waktu, tenaga, dan air.

Penutup

Demikianlah ulasan mengenai budidaya hidroponik, budidaya tanpa tanah sebagai media tanam. Budidaya ini juga digadang-gadang bakal menjadi budidaya tanaman di masa depan. Silahkan Sobat Tani mencobanya sesuai cara-cara yang sinautani.com bagikan. Semoga berhasil ya!

---------------------

Tulisan Terkait

This post was last modified on Agustus 26, 2020 5:02 am