Cabai Peter Pepper, Apa Itu?

Mengenal Cabai Peter Pepper, Apa Itu?

Pernahkah kamu mendengar Cabai Peter Pepper? Mungkin bagi sebagian besar orang Indonesia belum akrab di telinga dengan jenis cabai satu ini. Lain hal di kalangan pecinta tanaman hias, jenis cabai ini sangat tenar dikenal karena bentuknya yang unik dan eksotis.

Apalagi bentuknya yang mirip “anu” memiliki daya tarik tersendiri bagi yang  melihatnya. Bahkan karena bentuk itu, Cabai Peter Pepper disebut Si Cabai Porno. Ia memiliki bentuk kerucut yang panjang dan terdapat benjolan yang tidak biasa di ujungnya. Bila bentuknya dilihat keseluruhan, hampir mirip penis. Biasanya ia dapat tumbuh sepanjang lima sampai enam inci. Warnanya bermula dari hijau sampai merah jika sudah matang.

Perkembangan medsos telah mengenalkan Cabai Peter Pepper secara luas. Karena itu, beberapa tahun belakangan ini, Cabai Peter Pepper menjadi buruan pecinta tanaman hias. Fotonya pun banyak  bersliweran di medsos. Selain banyak orang yang ingin melihatnya secara langsung dan menanamnya, banyak juga yang memamerkan keberhasilannya membudidaya tanaman ini ke medsos.

Cabai Peter Pepper tergolong jenis Capsicum Annum yang langka, walaupun tidak diakui secara resmi sebagai kultivatur spesies. Untuk membudidayakan pun tidaklah sulit sebab tanaman ini mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi pertumbuhan.

Di Indonesia sendiri, budidaya Cabai Peter Pepper terbatas hanya di kalangan pecinta tanaman hias. Belum banyak yang melirik untuk membudidayakannya secara masal untuk komersial. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan kedepannya, Si Cabai Porno ini bakal dibudidayakan secara luas bila diusahakan lebih serius lagi. Makin hari peminatnya pun makin bertambah sejalan dengan makin tinggi minat masyarakat untuk berkebun. Terlebih lagi, medsos mampu mengenalkannya lebih luas sehingga banyak yang penasaran dan ingin membudidayakannya.

Asal muasal Si Cabe Porno “Peter Pepper”

Cabai dengan nama lain “The Chili Willy Peppers”, belumlah diketahui secara pasti darimana asal muasalnya. Tetapi, bentuknya yang unik sangatlah dikenal di segala penjuru dunia.

Dilansir dari laman localharvest, Frank X. Tolbert pertama kali yang mempopulerkan Cabai Peter Pepper di Amerika Serikat. Kemudian, cabai ini banyak ditanam di Texas Timur dan Lousiana, hingga Meksiko.

Berdasarkan penelitian para ahli hortikultura University of Texas di Austin dan Louisiana State University yang telah menelaahnya secara dalam, menyimpulkan Si Cabai Porno ini adaptif dengan berbagai kondisi lingkungan pertumbuhan.

Disebutkan juga dalam situs itu, cabai yang memiliki bentuk mirip kelamin pria ini dinobatkan sebagai “The Most Pornographic Pepper“ oleh Organic Gardening Magazine.

Bisakah cabai Peter Pepper dimakan?

Banyak peminat baru yang menanyakan ini, apakah cabai Peter Pepper bisa dimakan?

Tentu bisa, cabai Peter Pepper ini aman untuk dimakan karena tidak beracun. Tapi tingkat kepedasannya sangatlah tinggi. Oleh sebab itu, cabai ini lebih dianjurkan untuk ditanam sebagai tanaman hias ketimbang untuk dikonsumsi.

Disebutkan oleh laman bibitbunga.com, si cabai porno ini tingkat kepedasannya sembilan kali lipat lebih pedas dari cabai Jalapeno. Jika diukur dalam skala Scoville nilainya diantara 10.000 hingga 23.000. Terbayang bukan betapa pedasnya.

Kini, benih cabai Peter Pepper telah tersebar luas di segala penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Di Indonesia sendiri terdapat 3 varian cabai Peter Pepper : Red Peter Pepper, Orange Peter Pepper, dan Yellow Peter Pepper.

Walaupun Si Cabai Porno ini masih tergolong langka, tetapi untuk mendapatkannya tidaklah sesulit dulu. Harga benihnya pun bervariasi, belum ada patokan harga standar, masih bergantung kepada keinginan penjual. Biasanya Si Cabai Porno ini dijual dengan banderol harga Rp 300/biji sampai Rp 2.000/biji, bahkan bisa lebih.

Tata Cara Membudidayakan Si Cabai Porno “Peter Pepper”

Membudidayakan Si Cabai Porno “Peter Pepper” dapat dilakukan secara konvensional dengan media tanah dalam pot atau polybag. Atau secara hidroponik, baik dengan sistem sumbu (wick), NFT, maupun fertigasi dengan media tanam rock woll, cocopeat, arang sekam atau media tanam steril lainnya.

Membudidayakan cabai Peter Pepper sesungguhnya tidaklah terlalu sulit karena cabai ini memiliki kemampuan beradaptasi yang baik di berbagai kondisi lingkungan. Dan, secara umum, tidak jauh berbeda cara membudidayakan cabai Peter Pepper dibanding budidaya cabai yang lain pada umumnya. Dari segi teknik budidayanya pun tidak ada perbedaan yang mencolok.

Dalam Backwoods Home Magazine, Alice Brantley Yeager, menjelaskan proses penanaman cabai Peter Pepper. Dijelaskannya, kondisi pertumbuhan terbaik membutuhkan tempat yang cerah di kebun dan tanah yang subur dengan kandungan air yang cukup. Ketika kekeringan melanda, sirami tanaman untuk memenuhi kebutuhan airnya. Jika tidak ada cukup lahan, benih dapat ditanam dalam pot plastik dan letakkan di dekat jendela yang cerah.

Untuk lebih mudahnya dapat lakukan langkah berikut untuk membudidayakan cabai Peter Pepper. Pertama, Persiapkan benih dan lahan tanam. Menanam cabai Peter Pepper dimulai dengan menyediakan benih.  Kemudian, pilihlah tanah yang gembur dan agak berpasir, mirip lahan untuk menanam cabai rawit. Di ketinggian 700 meter dpl Cabai Peter Pepper bisa tumbuh subur.

Kedua, penyemaian. Media semai dan media tanam yang sering dipakai adalah campuran tanah, arang sekam, pupuk kandang atau kompos, dan pupuk kimia jika dibutuhkan. Berilah secara rutin sekali dua minggu, pupuk cair organik dan tambahan pupuk kandang secukupnya. Siramilah tanaman sekali sehari tapi jangan sampai becek.

Ketiga, penanaman. Tanam cabai Peter Pepper dengan perbandingan campuran media tanam di polybag/pot biasanya 3:2:2  untuk tanah, arang sekam, dan bagian pupuk kandang atau kompos.

Keempat, pemeliharaan tanaman. Volume sinar matahari yang langsung ke tanaman dibatasi sebesar 70% agar tidak layu. Suhu ideal untuk pertumbuhan sekitar 27°-28° Celcius. Tapi yang paling penting dalam membudidayakan cabai Peter Pepper ini adalah “ketelatenan.” Sebab, jumlah benihnya terbatas maka usahakan setiap benih tumbuh.

Rawatlah dengan baik dan tunggu selama empat hingga enam bulan. Maka Si Cabai Porno siap dipanen.

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.7 / 5. Vote count: 13

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *