Halo Sobat Tani, pastinya familiar kan dengan sayuran kangkung? Sayuran satu ini memang sering menjadi menu makanan dalam hidangan masakan nusantara.  Bahkan, banyak yang membudidayakannya karena tingginya permintaan kangkung. Nah, sinautani.com kali ini akan membagikan ulasan tentang budidaya kangkung beserta manfaatnya. Simak tulisan berikut ini ya!

Kangkung Darat

Mungkin Sobat Tani banyak yang belum mengetahui, kalau umumnya kangkung dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu kangkung darat dan kangkung air. Tentu, keduanya memiliki ciri-ciri yang berbeda. Adapun dalam tulisan ini, kita akan fokus mengulas kangkung darat, lantaran di pasaran kangkung darat lebih laris dijual.

Lalu, ciri-ciri khas kangkung darat diantaranya adalah bunga berwarna putih, daun berwarna hijau cerah dengan bentuk tipis kecil-kecil, dan ujung batangnya meruncing kecil.

Kangkung darat ini tidak rumit untuk dibudidayakan, bahkan tidak jauh beda dengan budidaya sayur pada umumnya. Asalkan, mendapatkan pancaran sinar matahari langsung dan cukup serta dialiri air yang cukup juga, maka kangkung akan tumbuh dengan baik.

Langkah-langkah Budidaya

Budidaya kangkung darat sejatinya tergolong mudah dan siapa saja dapat melakukannya. Akan tetapi, untuk menghasilkan sayur kangkung berkualitas bagus, tentu tidak bisa dibudidaya secara asal-asalan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan Bibit

Budidaya kangkung dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni bibit dan biji (generatif). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Akan tetapi, dari segi waktu, budidaya kangkung dengan biji akan membutuhkan waktu yang relatif lama dibanding dengan bibit. Adapun untuk cara menanamnya keduanya tidaklah banyak berbeda.

Nah, untuk budidaya kangkung dengan bibit, pilihlah bibit unggulan yang dapat dibeli di toko-toko bibit tanaman. Atau, memperolehnya dengan menyetek (vegetatif) tanaman kangkung yang tumbuh normal dan sehat.

  1. Siapkan Lahan
Menyiapkan lahan, photo by Jed Owen on Unsplash

Budidaya kangkung sebaiknya dilakukan di area persawahan, supaya mendapat sinar matahari langsung yang cukup serta dialiri air yang cukup juga, sehingga hasil yang diperoleh kualitasnya bagus.

Kemudian dalam menyiapkan lahan tanam, lakukanlah langkah-langkah berikut, diantaranya adalah cangkul dan gemburkan lahan terlebih dahulu serta bersihkan rumput liar di sekitarnya. Lalu, buatlah bedengan berbentuk persegi panjang dengan ukuran ideal, yakni lebar antara 30 – 40 cm dan tinggi antara 20 – 30 cm serta panjang menyesuaikan lahan.

Setelah itu, berilah pupuk secukupnya pada lahan tersebut, lalu biarkan selama empat hari sebelum mulai menanam.  Dalam pemberian pupuk, sebaiknya gunakan pupuk kandang. Selain itu, dapat juga tambahkan kapur dolomit jika keasaman tanah terlalu tinggi untuk menetralkan pH. Untuk takaran kapur dolomit sebanyak 1 ember kecil per 1 karung pupuk.

  1. Tanam Bibit atau Biji

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, menanam kangkung dengan biji maupun bibit tidaklah jauh berbeda. Meski penanaman dengan bibit dapat dilakukan dengan disebar. Hanya saja, tanaman yang tumbuh tidak teratur dan sangat rapat.

Namun, akan lebih maksimal hasilnya, jika penanaman dengan bibit maupun biji dilakukan secara tugal, yakni dibuat berjarak antara 5 – 6 cm antar satu sama lain. Adapun untuk biji, masukkan 3 – 5 biji di setiap lubang sedalam 5 cm, lalu tutup dengan tanah. Meski lama waktu panennya, tetapi hasil yang diperoleh akan bagus dan rajin.

  1. Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan perlu dilakukan ketika tanaman kangkung terlalu lebat dan kelihatan tidak rapi. Adapun, apabila banyak tanaman yang mati, maka segera lakukan penyulaman dan ganti dengan bibit yang baru. Sebaliknya, apabila justru dalam satu lahan tumbuh banyak tanaman dan terlihat sesak, maka pisahkan tanaman untuk ditanam di lahan lain, agar tanaman yang tumbuh hasilnya maksimal.

  1. Penyiangan

Apabila banyak tumbuh rumput liar atau gulma di lahan sekitar tanaman kangkung, maka lakukanlah penyiangan. Sebab, rumput liar akan menganggu tumbuh kembang tanaman kangkung. Oleh karena itu, lakukanlah penyiangan setiap 2 minggu sekali secara manual, dengan mencabut rumput liar tersebut menggunakan tangan hingga tidak tersisa lagi.

  1. Perawatan
Photo by Markus Winkler on Unsplash

Demi hasil yang maksimal, sebaiknya sirami tanaman secara rutin setiap pagi dan sore, terutama disaat musim kemarau. Adapun, di musim hujan, maka penyiraman menyesuaikan cuaca. Dan, setelah hujan turun, periksalah tanaman lantaran jika air menggenangi dapat mengakibatkan tanaman layu, menguning, bahkan mati.

  1. Pengendalian Hama

Seperti tanaman lain pada umumnya, tanaman kangkung juga sangat mungkin terserang hama, diantaranya ulat, serangga, dan belalang pemakan daun. Namun begitu, kini hama-hama penyerang tanaman kangkung dapat diatasi dengan menyemprotkan Sevin untuk mamalia ataupun Insektisida Diazonin 60 EC, dengan dosis rata-rata 2 cc per liter lalu lalu semprotkan ke tanaman kangkung.

Pastikan, saat penyemprotan kondisi lahan dalam keadaan kering selama 4 – 5 hari sebelum penyemprotan. Hal ini supaya obat yang disemprotkan tidak sia-sia terhanyut air.

  1. Pemanenan

Biasanya, apabila sudah menginjak umur 30 – 40 hari, tanaman kangkung sudah mulai bisa dipanen. Dan, rata-rata dalam 1 hektar lahan, tanaman kangkung yang dihasilkan mencapai 23 ton. Pemanenannya dapat dilakukan dengan mencabut hingga ke akarnya atau memotong batang bagian bawah.

Mesti kedua cara itu bisa dilakukan, tetapi sebaiknya potong saja batangnya dan biarkan akarnya tetap tertanam. Sebab, masih ada kemungkinan akar tersebut akan tumbuh lagi, bahkan hingga 3 kali pemanenan. Terlebih, setelah panen pertama, kangkung dapat dipanen lagi 5 – 7 hari setelahnya. Sedangkan jika dengan mencabut akarnya, hanya dapat memanen sekali saja.

Penutup

Demikian ulasan sinautani.com tentang budidaya kangkung yang mudah dilakukan oleh siapa saja. Tentunya, dengan memperhatikan langkah-langkah diatas, maka akan meminimalisir terjadinya kegagalan budidaya. Bagi Sobat Tani yang ingin mencobanya, semoga berhasil ya!

---------------------

Tulisan Terkait

This post was last modified on Agustus 18, 2020 6:29 am