6 Langkah Budidaya Rumput Laut

Halo Sobat Tani, tahukah rumput laut? Tanaman satu ini banyak diburu orang. Banyaknya manfaat yang diperoleh dari rumput laut, membuat permintaan terhadapnya terus bertambah. Tentunya, dilihat dari potensi ekonomi, rumput laut sangat menjanjikan untuk dibudidaya. Apakah Sobat Tani penasaran budidaya rumput laut seperti apa? Simak ulasan sinautani.com berikut ini.

Mengenal Rumput Laut

Apabila menilik asal muasal rumput laut berdasarkan studi arkeologi oleh Dillehay pada tahun 2008. Disebutkan dalam penelitiannya berjudul “Monte Verde: seaweed, food, medicine, and the peopling of South America”, rumput laut yang dikonsumsi manusia telah ditemukan 14.000 tahun lamanya di Chile bagian selatan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, justru rumput laut menjadi makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh orang-orang di Asia.

nationalgeographic.co.uk

Tak terkecuali di Indonesia, rumput laut atau alga merupakan salah satu kekayaan hayati yang  dimilikinya.

Khususnya, eucheuma cottoni, jenis rumput itu banyak dibudidayakan di Indonesia. Rumput laut merah, sebutannya, banyak ditemui di sekitar pesisir pantai terumbu. Soalnya, rumput laut ini memerlukan suhu harian kecil dan aliran laut yang tenang serta batu karang mati untuk dapat tumbuh.

Memulai Budidaya Rumput Laut

Ada beberapa langkah-langkah untuk memulai budidaya rumput laut, khususnya rumput laut merah. Apa saja itu? Berikut ini diantaranya:

  1. Persiapkan Tempat Budidaya

Langkah awal memulai budidaya rumput laut adalah mempersiapkan tempatnya dengan memilih lokasi yang sesuai. Adapun lokasi yang sesuai untuk budidaya rumput laut mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:

  • Terlindung dari ombak dan mempunyai substrat yang stabil. Biasanya sekitar terumbu karang menjadi tempat yang ideal.
  • Suhu air sekitar 25-28 derajat celcius dengan pH antara 6,5 – 8,5 dan salinitas air diantara 30 – 37 ppt.
  • Perairan yang mengairi berada dalam kondisi tenang dari laut lepas dengan rata-rata arusnya antara 20 – 40 m/menit.
  • Pada kondisi surut terendah, kedalaman air sekitar 1-30 cm.
  • Usahakan jauh dari muara sungai supaya air yang mengairi jernih dan tidak mengandung lumpur.
nytimes.com
  1. Metode Budidaya

Dalam perkembangannya, budidaya rumput laut dapat dilakukan dengan tiga metode, diantaranya adalah:

  • Metode Rakit Apung

Seperti namanya, metode rakit apung menggunakan rakit bambu atau kayu agar mengapung. Biasanya, di perairan yang berkarang, metode ini lebih dipilih supaya aman dari dorongan pergerakan ombak.

  • Metode Lepas Dasar

Metode lepas dasar memudahkan untuk menancapkan patok atau tiang pincang. Metode ini cocok untuk diterapkan di dasar perairan berlumpur pasir atau berpasir. Sebisa mungkin patok yang digunakan panjangnya kira-kira 1 m dengan ujungnya runcing dan berdiameter sekitar 5 cm.

  • Metode Long Line (Tali Gantung)

Metode ini menggunakan tali yang panjangnya antara 50 – 150 m sebagai medianya. Nantinya tali tersebut dibentangkan di permukaan air. Kemudian, lengkapi pelampung besar dan jangkar pada kedua sisinya dengan jarak antar pelampung tersebut setiap 25 cm. Adapun pelampung disarankan dari drum plastik.

  1. Persiapan Bibit Rumput Laut

Dalam penanaman rumput laut yang tak kalah penting adalah memilih bibit berkualitas yang memiliki karakteristik diantaranya sebagai berikut:

  • Mempunyai banyak cabang dan rimbun
  • Batangnya tidak terdapat bercak apalagi terkelupas
  • Berwarna cerah
  • Umurnya berkisar 25 – 35 hari

Selanjutnya, bibit yang dipilih baiknya dikumpulkan langsung di perairan agar menjaga kesegaran bibit.  Kemudian, sewaktu hendak memboyong bibit dari habitatnya, pastikan bibit terendam dalam air, sebaiknya gunakan kotak stereofom atau karton yang dilapisi plastik.

fisheries.noaa.gov

Lalu, di dalam wadah, bibit juga harus ditata rapi. Susun antara pangkal tallus dan ujung tallus secara berjarak dan berlapis. Kemudian, beri kain basah dari air laut untuk melapisi bibit-bibit tersebut. Usahakan bibit-bibit itu terhindar dari kekeringan atau kehujanan, bahkan dari minyak.

  1. Penanaman Rumput Laut

Proses penanaman rumput laut dilakukan secara bertahap sebagai berikut:

  • Ikat bibit rumput laut pada tali penggantung dari tali Ris Polyethylen
  • Tali Ris berisi ikatan rumput laut tadi kemudian direntangkan. Lalu, tanaman pada tali utama diposisikan sekitar 30 cm dari dasar perairan
  • Tali Ris juga direntangkan pada patok dengan jarak antar setiap tali sekitar 20 -25 cm.
  1. Perawatan Rumput Laut

Demi hasil yang bagus, bibit rumput laut juga memerlukan pewaratan, diantaranya:

  • Bersihkan lumpur dan tumbuhan liar yang menempel pada tallus supaya tidak menghalangi rumput laut dari paparan sinar matahari langsung
  • Periksalah secara rutin rumput laut dari serangan penyakit dan gangguan hama, seperti ikan baronang, teripang, larva bulu babi, dan ikan herbivora lainnya
  • Bersihkan juga sampah dan tumbuhan liar lainnya pada tali penggantung
  • Periksa juga kondisi tali penggantung, jika ada yang kendor apalagi putus maka sgeera ganti dengan tali yang baru
socialcoral.com
  1. Pemanenan

Proses pemanenan dari segi waktu menyesuaikan dengan tujuan penanaman. Apabila untuk pembibitan maka cukup memerlukan 25 – 35 hari sejak masa tanam. Akan tetapi, apabila untuk menghasilkan rumput laut dengan kualitas terbaik, maka mulai bisa dipanen jika sudah menginjak usia 45 hari.

Ketika memanen, rumput laut diangkat seluruhnya beserta tali penggantungnya. Tali kemudian dilepas dengan cara dipotong.  Lalu, rumput laut dikeringkan langsung di bawah sinar matahari selama 3 – 4 hari pada saat cuaca cerah. Rumput laut dijemur sampai warnanya terlihat ungu keputihan seperti dilapisi kristal garam.

Sambil menjemur, bersihkan juga rumput laut dari sampah dan benda-benda asing lainnya. Dalam pengeringannya juga, rumput laut digantung pada para-para supaya tidak tercampur dengan pasir.

Penutup

Demikianlah ulasan mengenai langkah-langkah budidaya rumput laut. Semoga bermanfaat bagi Sobat Tani untuk memulai budidaya rumput laut. Selamat mencoba!

Tinggalkan komentar