Halo Sobat Tani, pastinya tau kan tanaman kentang? Tanaman ini selain mudah diolah ke berbagai jenis makanan, juga tidak sulit menemukannya di pasar. Tingginya permintaan kentang membuat banyak yang tertarik untuk membudidayakannya. Apakah Sobat Tani juga tertarik? Berikut ini, sinautani.com bagikan ulasannya.

Termasuk Tanaman Pangan

Mengutip Kementerian Pertanian Indonesia (Kementan), kentang berada di urutan keempat sebagai tanaman pangan di dunia, di bawah padi, jagung, dan gandum.

Sebab, kentang banyak mengandung kalori dan protein serta sebagai sumber karbohidrat. Oleh karenanya, kemudian kentang banyak diburu orang. Terlebih, tanaman ini tidak mudah rusak.

Tanaman bernama latin Solanum tuberosun, L, ini, hanya tumbuh semusim saja dan berkembang biak secara vegetatif melalui umbi. Biasanya, di daerah yang bersuhu dingin, sekitar 15 – 20 C, kentang akan mudah tumbuh subur. Terutama, di kawasan dengan ketinggian diatas 1.000 m dpl. Sedangkan di dataran rendah, kentang cukup kesulitan membentuk umbinya.

Kentang segar setelah dipanen, photo by Markus Spiske on Unsplash

Apalagi, dengan curah hujan antara 200 – 300 mm per bulan dan kelembaban udara sekitar 80 – 90 persen, tumbuh kembang kentang akan pesat. Dengan kondisi demikian, kentang jadi banyak diproduksi di Indonesia. Bahkan, karena itu, Indonesia menjadi negara penghasil kentang terbesar di Asia Tenggara, dikutip dari Kementan.

Langkah-langkah Budidaya Kentang

Menanam dan merawat tanaman kentang dengan benar, akan menghasilkan kentang dalam kuantitas yang banyak serta berkualitas bagus. Lantaran itu, membudidayakan kentang tidaklah boleh asal-asalan. Karenanya, berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam budidaya kentang:

  1. Menentukan Lokasi Penanaman
Lokasi penanaman penting untuk ditentukan dulu sebelum menanam, photo by sohail shaikh on Unsplash

Pada dasarnya, kentang dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah, kecuali tanah yang padat dan tanah liat, karena akan menyulitkan perkembangan umbi. Sehingga, usahakan kentang ditanam di tanah yang gembur dan banyak mengandung unsur hara.

Selain itu, pilihlah letak lahan yang terkena paparan sinar matahari langsung serta subur. Dan, lahan tersebut juga memiliki drainase yang baik, sehingga tidak basah terus-menerus. Lalu, tak kalah penting, tingkat keasaman tanah mesti diperhatikan juga yang idealnya di kisaran 5 – 5,5 pH.

  1. Mengolah Lahan Terlebih Dahulu

Mula-mula, sebelum menanam, gemburkan dulu lahan tanam. Melakukannya dapat dengan mencangkul atau membajak hingga kedalaman 30 cm. Nah, dalam kondisi tertentu, penggemburan tanah dapat dilakukan 2 – 3 kali, sampai tanah benar-benar gembur. Sehingga, baiknya buatlah bedengan yang ditumbuk untuk menanam.

Ukuran bedengan dapat dibuat dengan tinggi 10 cm dan lebar 80 cm, sedangkan panjangnya menyesuaikan kondisi lahan. Kemudian, supaya air hujan tidak menggenangi bedengan, buat jarak antar bedengan sekitar 40 cm. Lalu, bila ingin ukuran tanaman meningkat, dapat tambahkan tanah alkali pada lahan. Akan tetapi, alkali juga dapat menyebabkan keropeng pada kulit kentang.

Setelah itu, demi hasil yang maksimal maka berikanlah pupuk dasar sebelum tanah ditanam. Adapun, pupuk dasar itu sebaiknya dari pupuk kandang, dengan dosis 20 – 30 ton per hektar. Apabila ingin ditambah pupuk NPK juga boleh sebanyak 300 – 350 kg per hektar. Lalu, setelah pupuk ditutup tanah, maka biarkan selama 10 – 15 hari, baru ditanami bibit.

  1. Menyiapkan Bibit untuk Ditanam

Bibit yang hendak ditanam dipilih dari yang bebas penyakit dan berusia tua, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk memanennya. Untuk karakteristik bibit, sebaiknya yang digunakan adalah berbobot kurang lebih 50 – 60 gram dan ukurannya sekitar 30 – 50 mm serta mempunyai 3 – 5 mata tunas.

Selain itu, dalam memilih bibit dapat lakukan hal-hal berikut:

  • Utamakan umbi yang sudah berusia empat bulan dan bertunas.
  • Pilihlah bibit yang mempunyai tunas setinggi sekiatr 2 cm dan jumlah tunasnya sebanyak 3 – 5 tunas per umbi.
  • Perhatikan permukaan umbi yang mulus dan bebas dari cacat.

Kemudian, pada bedengan dibikin garitan setinggi 15 – 20 cm untuk meletakkan bibit. Dan, jarak tanam antar bibit dibuat antara 20 – 30 cm.

  1. Merawat Tanaman

Seperti tanaman lain pada umumnya, kentang memerlukan perawatan agar tumbuh dengan baik. Maka, lakukan hal-hal berikut untuk perawatan tanaman:

  • Apabila gulma dan rumput penggangu tanaman tumbuh, maka lakukan penyiangan dan perbaikan guludan. Hal itu dilakukan pada bulan pertama dan kedua setelah penanaman.
  • Tanaman kentang tidak memerlukan penyiraman rutin. Sebab, tanah yang terlalu basah menghambat pembentukan umbi. Akan tetapi, ketika tanah kering, maka sirami kentang seperlunya saja.
  • Agar menghasilkan panen yang melimpah, berikanlah pupuk, utamanya pupuk kandang, setiap 20 hari sekali.
  • Apabila tanaman kentang berbunga, sebaiknya pangkas saja bunga tersebut. Sebab, akan merebut unsur hara untuk pembentukan umbi.
  1. Mencegah dan Mengobati Tanaman dari Hama dan Penyakit
Penting untuk merawat tanaman kentang sekaligus mencegahnya dari ancaman serangan hama, photo by Erwan Hesry on Unsplash

Hama dan penyakit adalah musuh bagi tanaman karena dapat menyebabkan kegagalan panen. Karenanya, perlu dilakukan pencegahan sejak dini untuk menghindarinya. Terlebih, jika tanaman sudah terlalu parah terserang penyakit dan hama, maka akan sulit untuk ditangani.

Berikut, ada beberapa hama dan penyakit yang menjangkit tanaman kentang, diantaranya adalah fusarium, layu, busuk umbi, busuk daun, layu bakteri, bercak daun, ulat penggulung daun, ulat tanah, kutu daun, penggerek umbi, ulat grayak, trips, dan orong-orong.

  1. Pemanenan

Kentang biasanya mulai bisa dipanen pada usia 80 -120 hari, tergantung jenis varietasnya. Akan tetapi, sebaiknya pemanenan dilakukan pada saat usia umbi tidak terlalu muda apalagi tua. Sebab, jika masih terlalu mudah, umbi yang dihasilkan kualitasnya masih rendah. Dan, karbohidrat dalam umbi belum terbentuk. Sebaliknya, pada umbi yang terlalu tua, sangat rentan mengalami kerusakan.

Selanjutnya, ketika memanen lakukanlah dengan hati-hati, jangan sampai merusak umbi. Jika tanahnya gembur, maka cukup panen kentang dengan tangan saja, supaya meminimalisir kerusakan umbi. Kemudian, biarkan tanah yang menempel pada umbi mengering agar mudah dibersihkan. Setelah itu, kemaslah kentang dalam keranjang atau karung untuk diangkut dari lahan.

Penutup

Demikianlah ulasan tentang budidaya kentang yang mudah dilakukan oleh siapa saja, utamanya pemula. Bagi Sobat Tani yang ingin mencoba, harus perhatikan langkah demi langkah diatas untuk meminimalisir kegagalan panen. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya.

---------------------

Tulisan Terkait

This post was last modified on Agustus 23, 2020 4:43 am