menanam bawang merah

5 LANGKAH MENANAM BAWANG MERAH

Bawang merah, siapa yang tidak familiar dengan tanaman satu ini? Namanya selalu tercatat di setiap list daftar belanja kebutuhan dapur. Bahkan, namanya menjadi salah satu nama tokoh dalam legenda masyarakat Indonesia, Bawang Merah dan Bawang Putih. Biar makin kenal dengan tanaman satu ini, berikut tulisan ulasan mengenai tata cara menanam bawang merah dengan praktis dan mudah.

Allium ascalonicum, nama latin bawang merah, salah satu bumbu wajib di balik racikan masakan nusantara. Citarasanya yang khas menjadikannya kunci lezatnya sajian makanan masyarakat Indonesia. Maka dari itu, kebutuhan akan bawang merah sangatlah tinggi sebab setiap harinya mesti dibutuhkan oleh masyarakat.

Uniknya, varietasnya juga beragam dalam berbagai bentuk dan ukuran, dan di setiap jenisnya memiliki ciri khas masing-masing. Di Indonesia sendiri, bawang merah menjadi komoditas utama pertanian di beberapa daerah, seperti misalnya di kabupaten Brebes dan juga kabupaten Cirebon.

bawang merah tumbuh

Sebagai bumbu pokok masakan, tanaman ini menyimpan nilai ekonomi yang tinggi. Harganya yang fluktuatif, pada momen tertentu dapat meraup untung yang tinggi ketika harganya sedang mahal akibat kelangkaan stok. Ataupun sebaliknya, dapat juga terkena rugi ketika harganya merosot anjlok akibat stok yang melimpah. Naasnya, kebijakan impor pemerintah justru seringkali tidak berpihak pada petani dengan memperparah anjloknya harga bawang merah.

Selain sebagai bumbu masak, bawang merah juga kaya akan kandungan yang dapat mengobati beragam penyakit. Dari kandungan kalsium, serat, vitamin C , asam folat, kalsium, hingga zat besi. Misalnya saja, bawang merah dapat mengobati maag, menurunkan kolesterol, menurunkan kadar gula dalam darah, mengobati penyakit kencing manis atau Diabetes mellitus, dan beberapa penyakit yang lain.

Banyaknya manfaat dan fungsi yang dimiliki bawang merah, tidaklah rugi untuk membudidayakannya. Baik hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun untuk tujuan komersil. Di samping itu, pada dasarnya, bawang merah adalah jenis sayuran yang mudah ditanam dan tumbuh dalam berbagai kondisi. Tidak banyak perawatan khusus untuk merawatnya. Sehingga tidak dibutuhkan biaya yang banyak untuk membudidayakannya.

ladang bawang merah

Cara Praktis Menanam Bawang Merah

Musim tanam bawang merah sendiri biasanya dilakukan saat musim panas. Sebab, tanaman ini memerlukan penyinaran matahari lebih dari 12 jam setiap harinya. Selain itu, suhu yang bagus untuk pertumbuhan bawang merah sekitar 25-35 derajat celcius. Sehingga tanaman ini akan tumbuh baik di ketinggian 0 sampai 900 meter di atas permukaan laut, dengan kondisi keasaman tanah berkisar antara pH 5,6 sampai 7.

1. Pilih Bibit Bawang Merah

Ada banyak varietas benih bawang merah yang bisa dibudidayakan, baik dari benih lokal sampai benih hibrida impor. Biasanya benih tersebut dijual dalam bentuk biji ataupun umbi. Adapun, petani seringnya lebih suka menanam benih dalam bentuk umbi. Sebab, lebih cepat matang, lebih sedikit kemungkinan terserang hama dan penyakit, dan lebih sedikit keterampilan yang dibutuhkan ketimbang menanam bawang merah mulai dari biji. Selain itu, pilihlah benih yang bagus yang berasal dari umbi yang dipanen tua atau usianya sekitar 80 -100 hari sejak awal tanam.

Untuk kuantitas bibit yang ditanam menyesuaikan bobot benih dan luasnya lahan. Semisal, untuk benih dengan bobot 5 gram, jarak tanamnya sekitar 20 x 20 sehingga per hektarnya dapat ditanami sekitar 1,4 ton benih. Dan jika bobot dan ukuran benih semakin kecil maka jarak tanamnya juga akan semakin pendek. Simak cara memilih bibit bawang merah melalui video berikut ini.

 

2. Olah Tanah dan Tanam Bibit Bawang Merah

Sebelum menanam bawang merah lebih dulu persiapkan lahan tanam. Buatlah bedengan dengan lebar 1-1,2 meter, tinggi 50 cm, dan panjangnya menyesuaikan ketersediaan lahan. Jarak antar bedengan juga dibuat sekitar 50 cm, sekaligus dijadikan sebagai parit dengan kedalaman 50 cm.

Gunakan kapur atau dolomit sebanyak 1-1,5 ton untuk satu hektar lahan jika kondisi keasaman tanah kurang dari pH 5,6. Adapun, pH yang bagus untuk tanah bawang merah antara 6,2 dan 6,8. Oleh sebab itu, penambahan kapur ini sebaiknya dilakukan sekitar 2 minggu sebelum tanah ditanami benih bawang merah.

Untuk pemupukan dapat gunakan pupuk kandang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar. Campur pupuk tersebut dengan tanah lahan tanam. Akan tetapi, terkhusus untuk pupuk kandang gunakan secukupnya saja karena kandungan nitrogennya terlalu tinggi. Selain itu, bisa juga dengan mencampurkannya dengan pupuk kimia seperti ZA, SP-36 dan KCL sebanyak 47 Kg, 311 Kg dan 56 Kg untuk lahan satu hektar. Jika menggunakan pupuk buatan, diamkan bedengan selama satu minggu setelah dicampur pupuk buatan tersebut, barulah ditanami bibit bawang.

Kemudian, siapkan umbi atau bibit bawang merah yang sudah siap tanam. Jika bibit yang ditanam berusia kurang dari 2 bulan, baiknya potong bagian ujung umbi, sekitar 0,5 cm untuk memecah masa dorman sehingga tunasnya tumbuh lebih cepat.

Selain itu, perhatikan musim tanam benih. Apabila benih ditanam pada musim kemarau maka jarak tanam dipadatkan menjadi 15 x 15 cm. Sedangkan bila pada musim penghujan, maka buatlah jaraknya minimal 20 x 20 cm. Cara menanamnya sendiri dengan cara mengubur seluruh bagian umbi ke dalam tanah sedalam 0,5-1 cm. Simak Penjelasan melalui video berikut ini

 

3. Perawatan Tanaman Bawang Merah

Tanaman bawang merah harus disirami setiap harinya. Lakukan ini sehari dua kali pada waktu pagi dan sore selama 10 hari. Baru setelah itu kurangi penyiramannya menjadi satu kali sehari.

Selanjutnya, jika sudah menginjak 2 minggu, berikan pupuk tambahan ke tanaman. Jenis pupuk yang digunakan campuran dari KCI, ZA, urea dengan komposisi masing-masing 112 Kg, 200 Kg dan 93 Kg. Setelah usia 5 minggu, berikan pupuk tambahan dengan komposisi yang berbeda, yakni pupuk urea 47 Kg, ZA 100 Kg, dan KCI 56 Kg per hektar.

Jangan lupa bersihkan tanaman gulma yang tumbuh di sekitar bawang merah. Lakukan 2 kali penyiangan gulma per satu musim tanam. Agar biaya perawatan lebih hemat, penyiangan ini bisa dilakukan berbarengan dengan pemberian pupuk susulan. Tetapi, bila gulma yang tumbuh terlalu banyak, lakukan penyiangan segera.

4. Pengendalian Hama Tanaman Bawang Merah

Ada beberapa jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang merah, diantaranya hama ulat dan penyakit layu. Untuk mengatasi hama ulat bisa dilakukan secara manual, seperti mengambil ulat dan telur secara langsung. Akan tetapi, jika dalam skala yang besar, penanggulangan hama ini bisa dilakukan menggunakan feromon sex perangkap. Bila semakin parah, lakukan penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif klorfirifos.

Selain hama, penyakit layu juga sering menyerang bawang merah. Gejalanya biasanya seperti daun menguning dan bagian pangkal bawang merah mulai membusuk. Bila hal ini terjadi, segera cabut tanaman tersebut kemudian bakar dan bila perlu semprotkan fungisida.

penyemprotan bawang merah

5. Panen Budidaya Bawang Merah

Jika 60-70% daun bawang sudah mulai rebah, bawang merah sudah bisa dipanen. Sedangkan bawang merah dari benih umbi, tingkat daun yang rebah harus mencapai 90%. Selain itu, dari rentang waktunya, biasanya bawang merah merah bisa mulai dipanen jika sudah menginjak waktu 2 bulanan sekitar antara 55-70 hari dari awal tanam.

Setelah dipanen, umbi bawang merah mesti dikeringkan terlebih dahulu dengan dijemur selama 7-14 hari. Bila kadar air pada bawang telah turun menjadi 85% berarti bawang sudah kering dan siap untuk dijual.

Untuk produktivitas bawang merah sendiri bergantung terhadap iklim, cuaca dan jenis bawang. Di Indonesia, satu hektar lahan rata-rata bisa menghasilkan sekitar 3-12 ton bawang merah dengan rata-rata nasional mencapai 9,47 ton per hektar.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.2 / 5. Vote count: 26

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *