Halo Sobat Tani, tahukah budidaya dengan hidrogel? Sistem tanam ini tengah populer lho. Bukan hanya karena manfaatnya sebagai media tanam, tetapi juga tampilannya yang menarik. Bahkan, masih ada banyak manfaat lainnya yang diperoleh dari sistem tanah ini. Apakah Sobat Tani ingin mengetahuinya? Berikut sinautani.com bagikan ulasannya.

Media Tanam Cantik

Sebagai inovasi dalam media tanam, hidrogel bukan hanya mampu mengatasi persoalan budidaya tanpa tanah.

Bahkan, dapat memberi kesan bahwa menanam tidaklah selalu identik dengan becek dan kotor. Malah sebaliknya, budidaya dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk dilakukan.

Kemudian, warna warni warnanya membuat media tanam hidrogel (crystal soil) tampak menarik, mulai dari warna hijau, kuning, biru, merah, dan lainnya. Oleh karenanya, banyak pecinta tanaman yang tidak hanya penasaran dengan sistem tanam ini, tetapi juga menggemarinya setelah mencobanya.

Nah, hidrogel sendiri adalah polimer buatan yang mempunyai daya serap air hingga 100 – 200 kali dari ukurannya. Dan, isi kandungan airnya yang mencapai 90 persen, membuat tingkat fleksibilitasnya sangat mirip dengan jaringan alami. Bahkan, hidrogel tidak hanya mampu menyerap dan melepaskan air untuk memenuhi kebutuhan tanaman, tetapi juga tidak mudah larut dalam air.

Lalu, bagaimana hidrogen mengeluarkan airnya? Secara bertahap, ketika lingkungan mulai mengering, hidrogen akan melepaskan air yang disimpannya. Tentunya, dengan kemampuannya itu, tanaman jadi tidak perlu sering disirami, karena kebutuhan konsumsi airnya sudah tercukupi. Disamping itu, sirkulasi udara untuk tanaman juga ikut meningkat.

Tata Cara Budidaya dengan Hidrogel

Pasti banyak yang bertanya-tanya, apakah budidaya dengan hidrogel itu sulit? Justru budidaya dengan hidrogel tergolong mudah lho. Berikut inilah tata caranya:

  1. Persiapkan bibit tanaman yang akan ditanam. Sayangnya, tidak semua tanaman dapat dibudidaya dengan hidrogel.
  2. Pilihlah jenis tanaman yang mempunyai ketahanan terhadap kadar air dan kelembaban berlebih, tanaman indoor, dan tidak berkayu. Diantaranya dari jenis Cyperus sp, Sanciviera, Anthuriumsp, Pilea cadieri, Cripthantus sp, Scindapsus sp, dan Aglaonema sp.
  3. Bersihkan akar bibit tersebut dari tanah, karena tanah dapat merusak hidrogel dan agar tidak ditumbuhi lumut. Tapi, perlu diperhatikan, jangan sampai akar rusak karena itu.
  4. Akan lebih baik, apabila sebelum menanam bibit dengan hidrogel, bibit disimpan terlebih dahulu dalam wadah berisi air semalaman, agar bibit tersebut terbiasa hidup dalam tingkat kadar air yang tinggi.

    Hidrogel benoing yang sudah direndam dalam air matang, gambar oleh Patricia Maine Degrave dari Pixabay

  5. Sebelum digunakan, hidrogel yang mirip butiran-butiran kecil kwarsa ini harus disiapkan dengan memasukkannya ke dalam wadah berisi air sebanyak 1 liter dalam suhu normal. Sebaiknya, air yang dipakai adalah air matang supaya hidrogel tetap steril.
  6. Kemudian, aduk hidrogel tersebut secukupnya agar warnanya merata. Lalu, biarkan hidrogel selama empat jam sampai mengembang mirip cabikan jelly.
  7. Setelah mengembang, tiriskan hidrogel dan bersihkan dengan air bersih.
  8. Barulah masukkan hidrogel ke dalam wadah tanam dengan takaran ¼ dari volume wadah itu.
  9. Apabila hidrogel sudah siap, bibit bisa dimasukkan ke dalam wadah secara perlahan dan hati-hati, jangan sampai merusak akar.
  10. Beri lagi hidrogel untuk menutupi akar bibit seluruhnya.

Perawatan Budidaya Hidrogel

Ada kalanya, tanaman perlu disiram dengan handsprayer pada bagian daunnya. Lalu, setelah 1 -2 bulan dari waktu awal tanam, biasanya hidrogel akan tampak mulai menyusut, maka siram hidrogel tersebut dengan air secukupnya. Atau, dapat juga mengeluarkannya dari wadah tanam, kemudian merendamnya dengan air matang selama 30 menit agar mengembang kembali.

Hidrogel jenis kristal yang bisa digunakan hingga beberapa kali pemakaian, gambar dari id.carousell.com

Usai itu, tiriskan terlebih dahulu hidrogel, baru masukkan lagi ke wadah. Lalu, jika warna hidrogel tampak memudar, dapat tambahkan pewarna makanan untuk mewarnainya saat menyiramnya.

Manfaat Budidaya dengan Hidrogel

Dibandingkan dengan sistem budidaya lainnya, budidaya dengan hidrogel mempunyai banyak manfaat, diantaranya:

  1. Tidak perlu risau dengan ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Sebab, hidrogel mampu menyerap dan melepaskan air dengan baik secara bertahap.
  2. Mudah dilakukan dan ekonomis.
  3. Mampu mengurangi hingga 50 persen lebih frekuensi penyiraman tanaman.
  4. Dapat meminimalisir hilangnya air dan nutrisi akibat evaporasi dan leaching.
  5. Mendorong peningkatan pertumbuhan tanaman, karena akar mampu menyerap air dan nutrisi secara efektif.
  6. Menimalisir angka mortalitas atau kematian tanaman.
  7. Mencegah pencemaran air tanah.
  8. Mampu memperlancar aerasi udara.
  9. Ramah lingkungan, karena dapat terurai secara alami oleh mikroba menjadi hidrogen, karbondioksida, dan komponen nitrogen lainnya.

Perkembangan Hidrogel

Hidrogel yang beragam warnanya, gambar oleh Екатерина Киселёва dari Pixabay

Suhardiman (2017) dalam “Sintesis Komposit Hydrogel Berbasis Pati Garut G-poli (akrilamida-koasamakrilat) / zeolite sebagai Controlled Release Fertilizer” menyebutkan bahwa hidrogel dapat menjadi pengendali pupuk (Controlled Release Fertilizer). Dia berhasil meneliti kemampuan menyerap dan melepaskan pupuk urea oleh hidrogel.

Dalam penelitian itu, dia menggunakan pati dari ubi garut sebagai bahan baku hidrogel. Dan, hasilnya menunjukkan hidrogel mampu secara perlahan melepaskan pupuk urea dengan terkendali. Bahkan, jumlah urea yang dilepaskan akan semakin meningkat seiring dengan banyaknya jumlah urea yang digunakan.

Tak kalah menarik, Panchan (2017) dalam “Optimalization of Synthetis Condition for Carboxymethil Cellulose-based Hydrogel from Rice Straw by Mycrowave-assisted Method and its Application in Heavy Metal Ion Removal”, mampu mengembangkan hidrogel dalam bidang industri medis, dimuat di Journal of Chemical Technology and Biotechnology, Wiley Online Library.

Hidrogel dalam penelitian itu, mampu menyerap logam ion, seperti Fe3+, Pb2+, dan Cu2+, sehingga menghilangkannya dari lingkungan untuk menjaganya dari kerusakan. Berbasis CMC (karoksimetil selulosa) dan dengan memanfaatkan nasi bekas, hidrogel dapat dibuat, sehingga ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Penutup

Demikianlah budidaya dengan hidrogel. Praktis bukan? Silahkan Sobat Tani mencobanya. Dan, jangan lupa untuk mengikuti tata caranya dengan tertib untuk meminimalisir kegagalan. Semoga berhasil ya!

---------------------

Tulisan Terkait

This post was last modified on Agustus 19, 2020 5:12 am